Mercedes-Benz Bertumpu ke Produk SUV

12 Desember 2019 14:39 WIB
comment
2
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
New Mercedes-Benz GLE rakitan Wanaherang, Bogor Foto: Bagas Putra Riyadhana/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
New Mercedes-Benz GLE rakitan Wanaherang, Bogor Foto: Bagas Putra Riyadhana/kumparan
ADVERTISEMENT
Pasar industri otomotif, khususnya kendaraan roda empat, terbilang lesu selama tahun 2019. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), pasar mobil domestik Januari hingga Oktober turun 11,7 persen atau 849,6 ribu unit dibanding tahun lalu pada periode yang sama.
ADVERTISEMENT
Kondisi ini pun membuat beberapa produsen mobil menghentikan bisnis penjualannya di Indonesia karena sulit menembus pasar. Salah satunya Chevrolet yang dipimpin General Motors menyerah dan akan resmi hengkang pada akhir Maret 2019.
Aktivitas perakitan di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Foto: Dok. Mercedes-Benz Indonesia
Menanggapi tren hengkangnya jenama otomotif tersebut, PT Mercedes-Benz Indonesia menyebut lebih memilih bertahan dan mengembangkan pasar produknya di Indonesia. Merek Tiga Bintang itu melihat Indonesia masih memiliki potensi pasar yang besar.
"Bagi Daimler, Indonesia adalah market yang sangat penting. Kalau kita lihat di Eropa dan Amerika Serikat marketnya sudah cenderung matang. Tapi kami melihat potensi pasar yang sangat besar salah satunya ada di Indonesia," kata Kariyanto Hardjosoemarto, Deputy Director Sales Operation and Product Management MBDI, Selasa (10/12).
Aktivitas perakitan di pabrik Mercedes-Benz Indonesia di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat. Foto: Bagas Putra Riyadhana
Kariyanto mengatakan, Mercedes-Benz Indonesia saat ini memiliki modal fasilitas perakitan untuk menambah porsi mobil CKD (completely knock down) untuk memperkuat bisnisnya di Indonesia.
ADVERTISEMENT
"Jadi kalau dikaitkan dengan tren perusahaan yang hengkang dari Indonesia, terus terang kami berlawanan dengan tren itu. Kami justru memperkuat posisi di Indonesia," ujar Kariyanto.
Dari segi penjualan domestik, khususnya di kelas mobil premium, Mercedes-Benz Indonesia mengeklaim menguasai market share sebesar 45 persen selama Januari-November 2019. Sementara tulang punggung penjualan Mercy masih dikuasai segmen sedan model C-Class sekitar 29 persen.
"Backbone penjualan sampai November 2019 tetap C-Class yang paling banyak porsinya sekitar 29 persen. Tapi SUV juga makin meningkat," jelasnya.
Untuk menambah permintaan SUV di dalam negeri, saat ini pihaknya menambah lini perakitan GLC 200 Facelift dan GLE 450 terbaru di fasilitas pabrik di Wanaherang, Bogor, Jawa Barat.
Strategi Tahun 2020
ADVERTISEMENT
Saat ini sudah ada lima produk Mercedes-Benz yang dirakit di Indonesia, yaitu C-Class, E-Class, dan S-Class, GLC, dan GLE. Namun, Kariyanto mengonfirmasi masih akan menambah lini produk SUV di tahun 2020, namun enggan membocorkan lebih detail.
"Produk akan kami perkuat terus.Tahun depan kita akan luncurkan produk SUV baru lagi, termasuk yang all new, ditunggu saja," singkatnya.
New Mercedes-Benz GLE rakitan Wanaherang, Bogor Foto: Bagas Putra Riyadhana/kumparan
Selain itu, layanan pelanggan juga dioptimalkan seperti fasilitas test drive dan pengembangan diler resmi. Saat ini Mercedes-Benz Indonesia sudah memiliki 23 diler, rencananya tahun depan akan ditambah dua lagi di Medan dan Makassar.
Sementara, menyoal prediksi pasar otomotif pada tahun 2020, Kariyanto optimistis akan lebih stabil dibanding tahun ini.
"Tahun ini kan ada pemilu, tapi tahun depan sudah stabil, kabinet baru sudah berjalan. Memang ada ancaman resesi global tapi kami melihat pemerintah kita sudah melakukan antisipasi dari berbagai sisi, kami berharap kondisi politik dan ekonomi bisa stabil," tutupnya.
ADVERTISEMENT