Pro Kementerian Perhubungan, Fuso Berharap Zero ODOL Berlaku 2021

Menanggapi tarik ulur terkait regulasi Zero Over Dimension Over Loading (ODOL), antara Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian, PT Krama Yudha Tiga Berlian Motors (KTB) berharap agar penerapan Zero ODOL tetap diberlakukan sesuai rencana awal pada 2021 mendatang.
Bukan tanpa sebab, sudah sejak 2018 lalu, Mitsubishi Fuso selalu mengikuti kebijakan regulasi ODOL tersebut dan sudah rutin memberikan edukasi kepada para stakeholder-nya.
“Kami ikut kepada pemerintah dalam hal ini Departemen Perhubungan untuk konsisten akan hal itu (Zero ODOL), dan kami sudah melakukan edukasi ke karoseri, konsumen, diler, semuanya sudah dilakukan. Jadi, semua sudah on the track sebenarnya untuk penerapan ODOL,” ujar Duljatmono, Marketing Director Sales & Marketing Division PT KTB, di media gathering Mitsubishi Fuso, Selasa (11/2).
Pentingnya penerapan Zero ODOL segera dilakukan, menurut Duljatmono tidak terlepas demi menekan angka kecelakaan. Bila melihat dalam beberapa waktu belakangan ini, menurutnya sering banyak ditemui, kasus-kasus kecelakaan kendaraan niaga yang disebabkan oleh kelebihan muatan.
Dirinya juga tidak menampik, dengan adanya penerapan Zero ODOL, bisa menjadi peluang yang potensial buat peningkatan penjualan kendaraan niaga.
“Dalam jangka panjang, ODOL itu bisa membangkitkan potensi demand secara bertahap. Dalam jangka pendek memang belum, karena industri atau pengusaha masih penyesuaian model, kebutuhan dan investasi, tapi begitu kapasitas sudah tidak bisa dicover dengan yang ada, mau enggak mau kan dia tambah armada,”ungkap Duljatmono.
Sayangnya, menyoal potensi angka peningkatannya, Duljatmono belum bisa menggambarkan. Tetapi dirinya meyakini, peningkatan penjualan tersebut akan sangat naik signifikan meskipun lambat.
Meski begitu, apapun nanti yang diputuskan oleh pemerintah, terkait penerapan regulasi Zero ODOL, Mitsubishi Fuso mengaku siap mengikuti keputusan tersebut.
“Tapi kalau ada perubahan road map, ya kami tetap follow pemerintah. Apapun keputusan yang terbaik, kami akan follow,” tutup Duljatmono.
