Sering Diabaikan, 6 Hal yang Bikin Motor Matik Boros BBM

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Indikator Check Engine Yamaha NMax hilang setelah dihapus menggunakan YDT  Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Indikator Check Engine Yamaha NMax hilang setelah dihapus menggunakan YDT Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Sampai saat ini sepeda motor masih jadi moda transportasi efektif untuk di perkotaan, apalagi jenis matik. Selain punya kemudahan dalam mengoperasikannya, hampir semua motor matik yang diniagakan sudah berteknologi injeksi dan diklaim irit bahan bakar.

Namun, menurut Senior Senior Technical Advisor PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM), Slamet Kasianom, tak selamanya motor matik bisa irit, seiring pemakaian ada faktor yang membuat motor matik jadi boros dari biasanya.

"Seiring penggunaan ada komponen yang sudah tak lagi maksimal, seperti keausan atau adanya kotoran. Hal ini akan membuat performa motor tidak maksimal, ujung-ujungnya berkaitan dengan konsumsi BBM," kata Slamet saat dihubungi kumparan, Rabu (24/6).

Nah, setidaknya ada 6 alasan mengapa motor matik kamu lebih boros dari biasanya. Berikut kumparan sajikan pemaparannya.

1. Filter udara kotor

Tampilan filter udara berbahan stainless stell. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Pertama, coba Anda cek kondisi filter udara. Untuk motor matik biasanya diletakkan pada bagian atas komponen CVT.

Filter yang kotor otomatis akan menghambat asupan udara yang dibutuhkan oleh ruang bakar. Saat suplai udara sedikit, mekanisme pengabutan bahan bakar tidak sempurna.

"Jadi boros bensin, kalau sudah kotor banget tarikan gas pasti terasa berat," jelas Slamet.

2. Busi minta diganti

Busi motor Honda Vario Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparan

Kedua, coba cek juga kondisi komponen busi motor. Perhatikan ujung elektroda, jika menumpuk endapan karbon, menurut Slamet ini bisa mengurangi performa motor.

"Pengecekan busi sebaiknya tiap 8 sampai 9 ribu km. Karena sistem pengapian bermasalah, merembet juga ke pembakaran. Paling sering motor jadi brebet," ungkapnya.

3. Keausan komponen CVT

Komponen CVT motor matik. Foto: Bagas Putra Riyadhana

CVT atau Continuously Variable Transmission berfungsi menghantarkan tenaga dari mesin ke roda belakang motor matik. Jika komponen ini bermasalah tentu akan berpengaruh terhadap laju motor.

"Iya, biasanya karena kotor nanti lama-lama jadi aus di komponen kampas ganda, V-belt, dan roller. Tarikan motor berat, ujungnya pasti BBM jadi boros," jelas dia.

4.Karet tutup tangki BBM rusak

Ilustrasi tangki BBM Yamaha NMax sulit dibuka. Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Meskipun sepele, tutup tangki menjadi bagian yang berpengaruh terhadap konsumsi BBM. Umumnya kerusakan pada tutup tangki terjadi pada bagian karetnya.

"Tutup tangki jadi enggak rapat karena karetnya sudah getas, keras, atau ada sobek. Nanti, bensin akan menguap dan habis padahal motornya tidak dipakai," timpal dia.

5. Ring piston lemah

Piston baru menggunakan kepunyaan Yamaha YZF-R15 Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Rusaknya ring piston akan berdampak pada konsumsi BBM yang lebih boros. Dijelaskan Slamet, ring piston berfungsi untuk menjaga kompresi di kendaraan.

"Tekanan kompresi yang turun sangat pengaruh terhadap tenaga motor. Jadi, saat ketika mendapatkan tenaga lebih besar harus putar tuas gas dalam-dalam, ini yang bikin boros," katanya.

6. Gaya berkendara salah

Ilustrasi tuas rem depan. Foto: istimewa

Selain masalah teknis, Slamet juga mengingatkan cara berkendara yang salah memicu konsumsi BBM yang jadi boros.

"Paling penting saat menarik dan menutup tuas gas. Jaga kecepatan ideal paling tidak setengah dari kecepatan maksimal. Misalnya 100 km/jam bawa konstan di 40-60 km/jam," jelasnya.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

collection embed figure