Simak Aturan Main Menggunakan Ban Serep Mobil

14 Januari 2020 11:23 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ban serep Bentley Bentayga  Foto: Gesit Prayogi/kumparan.com
zoom-in-whitePerbesar
Ban serep Bentley Bentayga Foto: Gesit Prayogi/kumparan.com
ADVERTISEMENT
Ban serep atau cadangan dipakai saat kondisi darurat, seperti saat ban utama bocor atau mengalami kerusakan di tengah perjalanan. Namun, tak direkomendasikan untuk menggunakannya terus-menerus dalam jangka waktu lama.
ADVERTISEMENT
Technical Service PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi mengatakan, pada prinsipnya ban cadangan hanya digunakan saat kondisi khusus. Jika memaksa terus digunakan, kenyamanan saat berkendara akan berkurang.
Letak ban cadangan Hyundai Kona Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
"Harus dicatat, ini (ban cadangan) sifatnya emergency jadi dia hanya sebagai pengganti ketika ban utamanya ada masalah. Ban cadangan kecepatan dibatasi, ukurannya juga lebih kecil dari ban utamanya," jelas Bambang kepada kumparan, Senin (13/1).
Memang, beberapa pabrikan menyematkan ban serep, dengan bentuk dan ukuran berbeda dengan ban utama, dan ini dalam Peraturan Pemerintah No. 55 Tahun 2012 Tentang Kendaraan. Seperti diterangkan pada pasal 47, ban serep punya dua jenis: ban dengan ukuran yang sama seperti ban utama dan ban yang tapak lebih kecil namun diameternya sama.
Wuling Almaz, ilustrasi letak ban cadangan Foto: Aditya Pratama Niagara/kumparanOTO
Karena perbedaan itu kata Bambang, pada saat menggunakan ban serep perhatikan batas kecepatan. Jika biasanya dengan ban utama bisa melaju 80-100 km per jam, tapi untuk ban cadangan batasi hanya 60 km/jam saja. Ini berkaitan dengan keselamatan dan keamanan.
ADVERTISEMENT
"Tapak dan lebarnya, otomatis traksi dan jangkauan pengereman juga berbeda. Makanya kenapa penggunaan ban serep yang terlalu lama tak direkomendasikan. Ini lebih ke kestabilan antar ban yang berbeda, maka itu perlu dibatasi kecepatannya," katanya.
Ruang penyimpanan ban serep Foto: dok. istimewa
Perawatan ban cadangan
Bambang menyarankan untuk melakukan pengecekan dan perawatan ban cadangan, selayaknya ban utama seperti mengecek tekanan angin, rotasi, kebersihan, dan perlu dilakukan spooring-balancing. Iya, karena jarang digunakan, pemilik kadang lupa dan baru ingat kala membutuhkan saja.
"Ban cadangan sering terlewat, jadi ketika dibutuhkan karena tidak dicek tahunya kempis atau tekanan anginnya kurang. Ban itu pasti alami pengurangan tekanan angin walau kondisinya baik-baik saja," tuntasnya.
Ilustrasi ban Foto: Dok. Istimewa
Kemudian periksa umur ban serep, bisa diketahui dengan melihat simbol pada dinding ban. Idealnya, umur ban tak boleh melebihi empat tahun. Sebab, makin lama kinerja dari karet ban akan menurun.
ADVERTISEMENT
Contoh, bila tertulis Y3416, artinya ban diproduksi pada pekan ke-34 tahun 2016. Lalu pastikan tekanan anginnya berada di antara 32-35 psi, sehingga karet pada ban tidak mudah getas dan retak.