Status Taksi Listrik Green SM yang Tertemper Kereta di Bekasi Timur
·waktu baca 3 menit

Kecelakaan taksi Green SM yang tertemper kereta di perlintasan sebidang dekat stasiun Bekasi Timur, menimbulkan desakan audit dari masyarakat terhadap perusahaan penyedia jasa transportasi asal Vietnam itu.
Menilik Sistem Informasi Perizinan Angkutan Jalan Wilayah Perkotaan Jabodetabek (Siprajab), taksi Green SM berpelat nomor B 2864 SBX itu memiliki kartu pengawasan yang berlaku hingga 28 Oktober 2026 dan terdaftar melayani taksi reguler di wilayah Jabodetabek.
Kendati demikian, akibat kecelakaan pada Senin (27/4) malam itu, Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Ditjen Hubdat) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tetap membentuk tim khusus untuk mendalami keterlibatan armada taksi Green SM tersebut.
“Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM (Green SM) termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum. Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan,” jelas Dirjen Aan di Kantor Pusat Kemenhub Jakarta, Selasa (28/4).
Lebih lanjut, Ditjen Hubdat tetap melakukan pendalaman untuk memastikan kepatuhan terhadap seluruh ketentuan. Green SM juga diketahui telah mengantongi sertifikat Sistem Manajemen Keselamatan Perusahaan Angkutan Umum (SMK PAU) yang berlaku selama lima tahun.
“Selanjutnya, kami akan mengaudit kembali elemen-elemen standar manajemen keselamatan yang wajib dipenuhi perusahaan angkutan umum. Jadi kami akan melihat kembali bagaimana standar manajemen keselamatan dijalankan di lapangan oleh perusahaan ini, termasuk juga kewajiban perusahaan dalam memastikan kendaraan, pengemudi, dan sistem operasionalnya memenuhi aspek keselamatan,” imbuh Aan.
Dirinya menegaskan bakal menyiapkan sanksi administrasi kepada perusahaan terkait bila ditemukan pelanggaran terhadap aturan, termasuk Peraturan Menteri Perhubungan Nomor PM 85 Tahun 2018 dan PM 117 Tahun 2018.
“Kami tegas akan melakukan pemeriksaan lebih lanjut serta keterlibatan taksi Green SM dalam kecelakaan ini. Nantinya hasil pendalaman akan menjadi dasar untuk menentukan langkah selanjutnya,” ujar Aan.
Bukan kasus pertama kali bagi taksi Green SM
Peristiwa itu tentunya membuka kembali ingatan soal beberapa insiden yang melibatkan armada milik Green SM. Dirangkum dari berbagai sumber, setidaknya sudah ada dua kasus serupa terakhir dalam rentang waktu relatif berdekatan.
Pada 31 Desember 2025, sebuah taksi Green SM juga pernah tertemper kereta di perlintasan saat tengah mencoba menyeberang usai rangkaian pertama lewat. Membuat bagian depan kendaraan rusak cukup parah.
Lalu pada 10 Oktober 2025, satu unit taksi Green SM salah satu bagiannya mengenai badan kereta di perlintasan Jembatan Gantung, Cengkareng, Jakarta Barat karena berhenti pada posisi yang terlalu dekat dengan lintasan rel.
Lebih-lebih di luar kasus yang melibatkan moda transportasi kereta, insiden taksi Green SM juga terbilang banyak. Seperti menabrak dengan kendaraan lainnya, menabrak bangunan atau objek lainnya, hingga masuk ke dalam parit.
Banyak warganet yang menuntut perusahaan agar lebih jelas saat merekrut pengemudi taksi Green SM. Hingga kini, operator berbasis di Vietnam tersebut telah mengeluarkan pernyataan resmi terkait kecelakaan yang baru saja terjadi.
"Green SM Indonesia menaruh perhatian penuh pada terjadinya insiden di area perlintasan dekat Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026, yang melibatkan satu kendaraan Green SM dan kereta yang melintas," urai Green SM lewat akun Instagram @id.greensm, Senin (27/4).
Perusahaan disebutkan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan yang tinggi melalui sistem operasional, pengawasan, serta peningkatan layanan secara berkelanjutan. Serta berjanji kan terus menyampaikan perkembangan terbaru seiring dengan tersedianya informasi yang telah terverifikasi.
"Kami telah menyampaikan informasi yang relevan kepada pihak berwenang serta mendukung penuh proses investigasi yang sedang berlangsung," bunyi akun tersebut.
