Tak Perlu ke Bengkel, Ini Langkah Mudah Ganti Cairan Radiator Motor Sendiri

Mengganti air radiator (coolant) merupakan salah satu perawatan wajib dilakukan agar performa mesin sepeda motor Anda tetap maksimal.
Jika radiator sampai kekurangan cairan pendingin akan berdampak negatif terhadap mesin motor, apalagi untuk motor yang dibenamkan mesin dengan tenaga cukup besar.
Service Advisor Bengkel AHASS Bintang Motor Cinere, Rudi, mengatakan penggantian cairan radiator idealnya tiap 12.000 kilometer atau 1 tahun sekali.
"Harus teratur dicek, air radiator punya fungsi penting untuk mendinginkan atau menstabilkan suhu panas agar mesin tidak mengalami overhead," kata Rudi kepada kumparan, Senin (23/3).
Lalu bagaimana jika ingin menguras dan mengganti keseluruhan cairan di radiator? Mudah! berikut ini langkah-langkah untuk mengganti air radiator di motor.
Pertama siapkan cairan khusus radiator (2 botol cukup), hindari menggunakan air keran atau air AC (Air Conditioner), radiator flush, wadah penampungan dan kunci nomor 8 untuk membuka baut di tutup radiator.
Setelah tutup radiator terbuka, langkah selanjutnya adalah membuka clamp selang yang biasanya ada di atas baut 8 tadi. Sebagai catatan, jangan membuang semua air radiator lama, sisakan sedikit untuk proses flushing.
Kemudian kencangkan lagi baut pembuangan tadi, lalu tuangkan cairan radiator flush melalui lubang bagian masuk atas.
Jika sudah pasang tutup radiator coba hidupkan mesin selama kurang lebih 5-10 menit. Ini bertujuan untuk membersihkan kotoran yang mengendap di bagian tersempit radiator. Setelah itu diamkan beberapa saat sampai suhu mesin normal atau dingin.
Setelah memastikan mesin dingin, buang semua air radiator lewat lubang pembuangan. Sampai benar-benar kering ya! Jika sudah, pasang kembali bautnya.
Nah, kemudian tuangkan radiator coolant yang baru ke dalam radiator sampai penuh. Kemudian nyalakan mesin tidak perlu digas. Perhatikan, jika sirkulasi radiator bagus, air akan membentuk seperti pusaran, kemudian tutup kembali radiator.
Sekarang kita bahas cara mengganti air radiator pada tabung reservoir. Yang ini cukup mudah, namun untuk beberapa motor memang ditempatkan di bagian dalam bodi atau bawah dek untuk motor matik yang cukup sulit dijangkau.
Berikut langkahnya:
Lepaskan selang reservoir dari nepel (sambungan selang) radiator. Jika sudah, kuras coolant sampai habis, pastikan semua kotoran terbuang dengan sempurna.
Pasang kembali selang reservoir ke nepel radiator, kemudian isi dengan radiator coolant sampai 2/3 bagian atau mudahnya dengan mengikuti batasan petunjuk 'full' di tabung reservoir.
Tutup kembali tabungnya, dan hidupkan mesin (tidak perlu digas). Perhatikan, jika volume air berkurang dari batas 'full' tadi bisa kembali ditambahkan.
Penting, jangan mengganti atau menambahkan air radiator ketika mesin dalam kondisi panas. Sebab, dalam kondisi itu air radiator bisa saja tersembur dan membahayakan Anda.
"Sebaiknya cairan bekas radiator dibuang di tempat yang sudah disediakan atau dipisah soalnya cairan ini masuknya kategori limbah," jelas Rudi.

