Toyota Veloz Hybrid Siap Meluncur Tahun Depan, Ini Bocoran Sejauh Ini

kumparanOTOverified-green

·waktu baca 4 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Toyota Avanza 2021 generasi ketiga.  Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO
zoom-in-whitePerbesar
Toyota Avanza 2021 generasi ketiga. Foto: Ghulam Muhammad Nayazri / kumparanOTO

Kabar kehadiran Toyota Veloz Hybrid santer terdengar di ruang publik sejak beberapa tahun silam. Namun, hingga kini Toyota Indonesia masih belum memberikan kepastian kapan LMPV ini akan meluncur.

Baru-baru ini, Presiden Direktur PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Nandi Julyanto mengkonfirmasi bahwa Toyota Veloz Hybrid siap diproduksi dan dipasarkan tahun depan.

”HEV (baru) tahun depan, Veloz kan tahun depan. Sudah pasti tahun depan, dua-duanya (produksi dan penjualan),” ungkap Nandi saat dijumpai di Sunter, Jakarta Utara, Jumat (22/8/2025).

Menelisik lembaran sebelumnya, sejumlah fakta terkait Veloz Hybrid telah bergulir. Berikut rinciannya.

Nilai NJKB

Pada Oktober 2024 lalu, Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) Toyota Veloz Hybrid telah terdaftar di dokumen resmi Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 8 Tahun 2024.

Terdapat dua kode yang merujuk pada dua tipe Veloz Hybrid, yakni W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT dengan angka NJKB Rp 264 juta dan W102RE-LBVFJ 1.5 Q HV CVT senilai Rp 284 juta.

Data Nilai Jual Kendaraan Bermotor (NJKB) yang diduga sebagai Toyota Veloz hybrid. Foto: dok. Permendagri

Berdasarkan kode yang ada, angka 1,5 merujuk pada kubikasi mesin 1.500 cc. Sementara, huruf Q dan CVT masing-masing mengarah ke varian tipe dan jenis transmisi otomatis Continuously Variable Transmission (CVT).

Kemudian, akronim TSS kerap digunakan oleh sejumlah lini produk Toyota, yakni fitur Advanced Driver Assistance System (ADAS) bertajuk Toyota Safety Sense (TSS).

kumparan post embed
Test Drive Toyota Veloz. Foto: dok. Muhammad Ikbal/kumparan

Pada paruh pertama 2024 lalu Wakil Presiden PT TMMIN, Bob Azam pernah mengomentari kabar Toyota siap meluncurkan mobil hibrida baru di segmen Avanza-Veloz.

”Menunggu pemerintah menurunkan (insentif) PPnBM,” kata Bob dikutip kumparanBISNIS.

Hal ini dikarenakan segmentasi Toyota Veloz Hybrid akan menjadi alternatif bagi konsumen yang menginginkan kendaraan rendah emisi dengan harga terjangkau.

Pada kesempatan lain, Bob juga mengharapkan dukungan pemerintah untuk merealisasikan mobil hybrid dengan harga terjangkau. Supaya kendaraan hibrida bisa menjangkau seluruh kalangan.

”Avanza, Veloz, itu kan menyentuh segmen middle, ya. Jadi kami ingin juga, dalam elektrifikasi ini segmen-segmen itu juga bisa ikut serta, partisipasi, dan menikmati support pemerintah,” ucap Bob di kesempatan lain.

kumparan post embed

Usung mesin Toyota Yaris Cross HEV

Yaris Cross HEV. Foto: Dok. kumparan

Toyota Veloz yang dijual saat ini mengadopsi mesin 2NR-VE Dual VVT-i berkapasitas 1.500 cc. Sementara, Toyota Yaris Cross Hybrid dibekali basis serupa, namun disuntik elektrifikasi menjadi 2NR-VEX.

Menakar spesifikasinya, Toyota Veloz Hybrid kemungkinan besar akan usung mesin dari Yaris Cross HEV. Jantung pacu ini berkubikasi 1.500 cc 4-silinder DOHC Dual VVT-i bertenaga 89 dk dan torsi 121 Nm.

Mesin tersebut dikombinasikan dengan motor listrik berkekuatan 78 dk serta torsi puncak 141 Nm. Seluruh tenaga disalurkan ke dua roda depan melalui transmisi otomatis CVT.

Lokalisasi komponen elektrifikasi

Keluarga Avanza, termasuk Veloz telah mengantongi nilai TKDN tinggi, bahkan mencapai 70 hingga 80 persen. Menyoal hal tersebut, Wakil Presiden PT TMMIN mengungkap kebutuhan pemenuhan ekosistem elektrifikasi untuk kendaraan model baru.

”Tunggu tanggal mainnya ya (Veloz Hybrid). Kami harus bangun ekosistemnya seperti baterai dan komponen elektrifikasi lain. Yang penting ekosistemnya terbentuk, kami juga tidak mau begitu sudah hybrid, lokalisasinya turun,” jelas Bob.

Adapun pengaruh nilai TKDN tinggi akan berdampak pada pemberian insentif mobil hybrid yang diterapkan pemerintah. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 12 Tahun 2025, mobil hybrid dengan minimum 40 persen berhak menerima insentif PPnBM DTP sebesar 3 persen. Berlaku untuk masa pajak Januari 2025 hingga Desember 2025.

kumparan post embed

Lengkapi lini produk elektrifikasi Toyota

Deretan mobil Toyota di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan

Sebelumnya, Toyota telah mengisi hampir di seluruh segmentasi dengan kendaraan hybrid. Mulai dari Toyota Vellfire, Alphard, dan Camry di kelas premium, Toyota Innova Zenix mengisi segmen medium MPV, serta Toyota Yaris Cross, dan Corolla Cross di kelas compact SUV.

Lebih dari itu, kategori small SUV juga sudah diisi oleh Daihatsu Rocky Hybrid, sebagai opsi elektrifikasi di kelas kendaraan yang lebih terjangkau.

”Kan sekarang kami sudah ada Innova Zenix, Yaris Cross, nanti kami tambah dengan Veloz, dan itu juga bZ4x akhir Desember. Semua nanti kami siapkan, maunya sih cepat, memang so far masih tahun depan,” ujar Nandi Julyanto, Presiden Direktur PT TMMIN, Jumat (22/8/2025).

kumparan post embed