Waspada, 5 Kesalahan Pengemudi Mobil saat Berada di Lampu Merah

kumparanOTOverified-green

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pengendara kendaraan bermotor berhenti di lampu merah perempatan Jalan Darmo-Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/2). Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono
zoom-in-whitePerbesar
Pengendara kendaraan bermotor berhenti di lampu merah perempatan Jalan Darmo-Jalan Pandegiling, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (19/2). Foto: ANTARA FOTO/Didik Suhartono

Pengemudi tak hanya melakukan kesalahan saat mobil berjalan, tapi tak jarang juga dalam kondisi diam, khususnya saat lampu lalu lintas menyala merah.

Ini sebaiknya perlu disadari pengemudi, pasalnya tetap fokus saat kendaraan berhenti juga sangat diperlukan. Tentunya demi menghindari risiko kecelakaan fatal tentunya.

Senior Instructure sekaligus Founder Jakarta Defensive Driving Consultant (JDDC) Indonesia, Jusri Pulubuhu, mengatakan setidaknya ada 5 kebiasaan salah yang sering dilakukan pengemudi saat sedang berada di lampu merah.

1. Melakukan Aktivitas Lain

Main hp sambil mengemudi Foto: Shutterstock

Saat sedang berada di lampu merah, kata Jusri, beberapa pengemudi sering beranggapan bahwa itu menjadi momen yang pas untuk mereka melakukan kegiatan lain.

Jadi memang beberapa pengemudi itu sering saat berada di lampu merah atau sedang macet, langsung memanfaatkan membuka hp, menelepon, balas chat, make up, makan, dan lain-lain. Padahal, meski mobil sedang dalam kondisi tidak bergerak, bisa saja bahaya datang dari orang lain yang tidak kita sadari," ucap Jusri.

Idealnya, kata Jusri, meski sedang berada di lampu merah, pengemudi harus tetap fokus dan dalam posisi waspada.

2. Tak mengaktifkan rem tangan

Ilustrasi menggunakan rem tangan pada mobil. Foto: dok Istimewa

Berikutnya, kebiasaan salah saat di lampu merah, yakni tak segera mengaktifkan rem tangan atau menginjak rem.

"Saat sudah dalam kondisi berhenti di lampu merah, yang harus dilakukan pengemudi yakni menetralkan transmisi dan mengaktifkan rem tangan. Pada beberapa kasus, pengemudi terlupa mengaktifkan rem tangan atau lupa menginjak pedal rem, sehingga mobil nyelonong sendiri," jelas Jusri.

3. Terburu-buru berakseslerasi

Ilustrasi posisi kaki pada mobil matik. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Kebiasaan lain yang harus dihilangkan oleh pengemudi saat berada di lampu merah, yakni terburu-buru dalam mempersiapkan akselerasi.

"Beberapa pengemudi juga sering terlalu bernafsu untuk buru-buru maju saat lampu belum hijau. Kadang mereka sudah main memasukkan gigi satu, bahkan sedikit maju perlahan-lahan," beber Jusri.

kumparan post embed

Jika kebiasaan itu terus dibiarkan, jelas sangat berbahaya. Sebab, bisa saja pengemudi itu tanpa sengaja menginjak pedal gas terlalu dalam atau bagi mobil manual melepas pedal koplingnya.

Akibatnya, mobil akan loncat dan berpotensi menabrak kendaraan lain di depannya.

4. Bernafsu untuk berakselerasi

Ilustrasi lampu merah di jalan. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Saat pergantian dari lampu merah ke lampu hijau, beberapa pengemudi sering bernafsu untuk melaju terlebih dahulu dibandingkan pengendara lain. Kebiasaan itu biasanya dilakukan oleh pengemudi yang berada di baris paling depan.

"Kadang beberapa pengemudi juga terlalu bernafsu untuk maju duluan, sudah seperti orang mau start balapan. Begitu lampu hijau atau bahkan lampu belom hijau, dia sudah tancap gas," papar Jusri.

Jusri mengatakan, hal itu jelas sangat berbahaya. Karena bisa saja, ada pengendara lain dari arah berlawanan yang nekat menerobos lampu merah.

Baiknya, kata Jusri, pengemudi menunggu dahulu selama 3 detik saat lampu merah sudah berganti ke lampu hijau. Itupun tetap dengan memasang kewaspadaan yang tinggi terhadap potensi bahaya di sekitar.

5. Gegabah menetralkan transmisi saat hendak berhenti

Ilustrasi oper gigi mobil manual. Foto: Muhammad Ikbal/kumparan

Terakhir, kebiasaan yang seringkali dilakukan pengemudi saat berada di lampu merah, yakni terburu-buru menetralkan tuas transmisi saat kondisi mobil belum benar-benar berhenti.

"Nah, kebiasaan lain yang sering banget dilakukan pengemudi itu dia terburu-buru menetralkan transmisi, padahal jarak berhenti dia masih jauh. Jadi dari yang tadinya gigi 3, langsung saja dia netralkan tanpa engine brake terlebih dahulu," tutur Jusri.

Hal itu jelas sangat berbahaya, karena itu artinya mobil hanya mengandalkan sistem rem saja sebagai cara pengereman. Seharusnya, pengemudi bisa memanfaatkan engine brake sebagai cara pengereman tambahan selain menginjak pedal rem.

Prosedurnya, pengemudi bisa mengawali dengan mengecek kaca spion, angkat kaki kanan dari pedal gas, turunkan transmisi ke gigi rendah secara bertahap, dan injak rem.

Dengan memahami kelima kebiasaan yang salah tersebut, diharapkan pengemudi tidak lagi melakukan dan mengulanginya saat sedang berada di lampu merah. Sebagai seorang pengemudi, dianjurkan untuk selalu menanamkan kewaspadaan yang tinggi saat kondisi apapun, entah itu bergerak atau berhenti.

***

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.

collection embed figure