Waspada Kabin Mobil Bau Apek Efek Kelamaan Nganggur Karena WFH

kumparanOTOverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Interior dan model jok Mitsubishi Eclipse Cross Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Interior dan model jok Mitsubishi Eclipse Cross Foto: Bangkit Jaya Putra/kumparan

Perawatan mobil selama tidak dipakai karena work from home dan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) tak cuma dari mesinnya. Sebaiknya para pemilik juga harus waspada dengan aroma kabin mobilnya.

Ya, bukan tidak mungkin interior jadi berbau apek karena tidak ada sirkulasi udara. Apalagi mobil memang benar-benar tidak dipakai, dibiarkan terparkir di garasi, dan jarang memanaskan mesin.

Interior BMW E30 Coupe 323i Sport. Foto: dok. Car-a-Holic-Garage

Technical Service Division PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Bambang Supriyadi, menganjurkan saat mesin mobil dipanaskan, biarkan udara di dalam kabin bersirkulasi.

"Kaca mobil dibuka supaya udara masuk, lebih baik sambil menyalakan AC juga," kata Bambang saat dihubungi kumparan, Selasa (21/4).

Selain bau dari kulit jok, fabric, lantai, atau kotoran yang tertinggal, sistem sirkulasi udara pendingin kabin juga bisa menimbulkan bau.

Interior Toyota Prius PHEV Foto: dok. Toyota Astra Motor

Ini karena filter dan evaporator kemungkinan sudah dihinggapi kotoran berupa debu yang menumpuk dan berlendir, sehingga lama kelamaan tanpa disadari menimbulkan jamur.

Maka dari itu supaya mobil nantinya nyaman lagi digunakan pastikan udaranya bertukar. Bambang juga menyerukan untuk menyalakan blower sampai level tertinggi dan suhu paling dingin.

embed from external kumparan

Saat mengaktifkannya pun tidak perlu lama. Katanya minimal sampai blower selesai menghembuskan partikel debu, baru bisa kecilkan tingkat putarannya dan biarkan sejenak udara bersirkulasi.

"Karena saat kondisi mobil diam, atau evaporator dalam kondisi lembab, dengan menyalakan blower full maka bisa membersihkan lebih baik dan lebih segar," ujarnya.

Komponen evaporator pada AC mobil yang perlu dibersihkan. Foto: dok. Daihatsu

Selain cara tadi bisa tambahkan pewangi kabin mobil. Namun rekomendasinya berbentuk cairan dengan wadah atau yang menggantung.

Hindari pengharum berwangi kuat, berbahan gel dan meletakkannya di kisi-kisi AC, karena bisa merusak lapisan permukaan dashboard dan menimbulkan kerak.

Saran terbaik gunakan pewangi kabin mobil dengan aroma kopi, teh, atau lemon, sehingga tidak membuat mual saat menggunakannya.

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

*****

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.