kumparan
18 Februari 2020 19:35

10 Tips Kurangi Risiko Serangan Jantung Seperti yang Dialami Ashraf Sinclair

PTR- Ashraf Sinclair dan BCL
Penampilan kompak dan stylish Ashraf Sinclair dan Bunga Citra Lestari. Foto: Instagram/@bclsinclair
Ashraf Sinclair meninggal dunia akibat serangan jantung pada Selasa (18/2). Suami dari Bunga Citra Lestari (BCL), penyanyi sekaligus pemain film Habibie & Ainun, wafat di usianya yang tergolong muda, 40 tahun.
ADVERTISEMENT
Menurut manajer BCL, Doddy, Ashraf tidak punya riwayat penyakit jantung, dan ia juga termasuk orang yang gemar berolahraga. Hal inilah yang mengejutkan banyak pihak, termasuk orang-orang terdekat mendiang.
"Enggak ada (riwayat sakit). Dia sehat banget. Di antara kita semua, dia paling sehat," ujar Doddy, manajer BCL, saat ditemui di kawasan Pejaten, Jakarta Selatan, Selasa (18/2).
Menurut MedlinePlus, salah satu layanan pustaka kesehatan milik National Library of Medicine di National Institutes of Health yang bernaung di bawah Departemen Kesehatan AS, biasanya penyebab utama dari serangan jantung adalah gaya hidup yang kurang sehat.
Faktor usia juga dapat meningkatkan risiko seseorang terkena serangan jantung, dengan tingkat risikonya akan meningkat ketika pria berusia di atas 45 tahun dan wanita di atas 55 tahun atau yang mengalami menopause dini akibat operasi.
Ashraf Sinclair
Ashraf Sinclair. Foto: Adinda Githa/kumparan
Riwayat keluarga dengan penyakit jantung juga bisa meningkatkan risiko seseorang terkena penyakit mematikan ini. Faktor lain penyakit jantung adalah merokok, kolesterol tinggi, hipertensi, obesitas, diabetes, stres, dan konsumsi alkohol yang berlebih.
ADVERTISEMENT
Ada beberapa tips yang mungkin bisa kamu lakukan agar terhindar, atau mengurangi risiko serangan jantung. Berikut 10 cara mencegahnya.

Kontrol tekanan darah

Tekanan darah tinggi bisa menjadi faktor utama penyebab terjadinya penyakit jantung. Penting kiranya untuk memeriksa tekanan darah secara teratur.
Bagi orang dewasa, pemeriksaan dilakukan setahun sekali. Untuk mereka yang punya penyakit hipertensi, lebih baik sesering mungkin memeriksa tekanan darahnya.
Melakukan gaya hidup sehat juga bisa menjadi pilihan, untuk mencegah dan mengendalikan tekanan darah tinggi.

Jaga kadar kolesterol dan trigliserida

Kadar kolesterol tinggi bisa menyumbat arteri dan meningkatkan risiko penyakit arteri koroner, serta serangan jantung. Perubahan gaya hidup dengan mengonsumsi obat-obatan bisa mengurangi kadar kolesterol.
Serat pengaruhi kadar gula dan kolesterol
Serat pengaruhi kadar gula dan kolesterol Foto: Thinkstock
Trigliserida sendiri adalah jenis lemak lain dalam darah. Ketika kadar trigliserida tinggi, ini akan meningkatkan risiko terkena penyakit arteri koroner, terutama bagi wanita.
ADVERTISEMENT

Jaga berat badan

Kelebihan berat badan atau obesitas bisa meningkatkan risiko penyakit jantung. Ini tak lain karena obesitas berkaitan erat dengan pemicu penyakit jantung lainnya, seperti kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, dan diabetes. Menjaga berat badan tetap ideal adalah solusi tepat untuk mencegah timbulnya penyakit jantung.

Konsumsi makanan sehat

Konsumsi makanan sehat sangat bermanfaat bagi tubuh. Biji-bijian, buah segar, dan sayuran adalah tiga di antaranya. Sedangkan mengurangi makanan yang mengandung lemak jenuh, yodium, dan gula adalah cara tepat untuk menjaga tubuh dari penyakit jantung. Dalam hal ini, kamu bisa melakukan diet DASH.
Diet DASH bertujuan untuk mencegah dan menurunkan tekanan darah tinggi. Pada diet ini, setiap orang harus mengurangi asupan jumlah lemak jenuh, kolesterol dan lemak trans yang biasa ditemukan pada makanan yang digoreng.
ADVERTISEMENT
Mereka yang menerapkan diet ini harus meningkatkan asupan potasium, kalsium, protein, dan serat pada setiap makanan yang dikonsumsi. Makanan seperti gandum, olahan susu rendah lemak dan ikan adalah contoh makanan diet DASH yang dianjurkan.

Olahraga teratur

Berolahraga memiliki banyak manfaat, termasuk menguatkan jantung dan meningkatkan sirkulasi atau peredaran darah di dalam tubuh. Olahraga bisa membantu kamu menjaga berat badan, menurunkan kolesterol, dan tekanan darah.

Batasi konsumsi alkohol

Terlalu banyak minum alkohol bisa memicu tekanan darah tinggi. Alkohol juga dapat menambah kalori ekstra yang berimplikasi pada bertambahnya berat badan. Keduanya bisa menjadi pemicu penyakit jantung.

Kurangi atau tidak merokok sama sekali

Pada dasarnya, rokok memang tidak baik untuk kesehatan. Merokok bisa meningkatkan tekanan darah tinggi, penyebab kanker, penyakit jantung, dan stroke. Jika sekarang kamu tidak merokok, maka jangan pernah memulainya. Jika kamu seorang perokok, mulailah mengurangi rokok atau berhenti dari sekarang.
Stres
Stres bekerja. Foto: Pixabay

Kelola stres

Stres sering dikaitkan dengan penyakit jantung. Ketika seseorang mengalami stres berat, ini bisa menjadi pemicu terjadinya serangan jantung. Stres juga sering dikaitkan dengan konsumsi makanan berlebih, merokok, dan alkohol, yang ketiganya adalah pemicu terjadinya penyakit jantung.
ADVERTISEMENT

Atur kadar gula dalam tubuh

Kadar gula dalam tubuh meningkat bisa menyebabkan diabetes. Diabetes adalah salah satu penyebab penyakit jantung. Gula darah yang tinggi bisa merusak pembuluh darah dan saraf yang mengendalikan jantung. Jadi, penting untuk memeriksa gula darah dalam tubuh agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Tidur yang cukup

Kekurangan tidur dan jam tidur yang tidak teratur bisa meningkatkan tekanan darah tinggi, obesitas, dan diabetes. Ketiganya bisa meningkatkan risiko terkena penyakit jantung. Orang dewasa membutuhkan tidur selama 7 hingga 9 jam sehari.
Pastikan kamu memiliki jam tidur yang baik. Jika kamu sering mengalami masalah tidur atau insomnia, segera menghubungi dokter atau layanan kesehatan.