Kumparan Logo

Akibat Berfoto dengan Gurita di Wajahnya, Seorang Perempuan Masuk RS

kumparanSAINSverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang perempuan berfoto dengan gurita di wajahnya. Foto: Instagram @south_sound_salmon_queen
zoom-in-whitePerbesar
Seorang perempuan berfoto dengan gurita di wajahnya. Foto: Instagram @south_sound_salmon_queen

Aksi nekat seorang perempuan berfoto dengan seekor gurita di wajahnya berakhir dengan kunjungan ke rumah sakit. Ia mengalami infeksi menyakitkan setelah gurita yang ia letakkan sendiri di wajahnya itu menggigit pipinya.

Jamie Bisceglia, penduduk Fox Island, Amerika Serikat, nekat meletakkan gurita itu di wajahnya demi memenangkan sebuah kontes foto. Gurita itu ia dapatkan dari seorang nelayan yang bekerja dengan dirinya.

Menurut pengakuannya, ketika gurita ia tempelkan ke wajahnya, moluska itu langsung menancapkan paruhnya ke pipi Bisceglia.

"Tidak hanya sekali, gurita itu melakukannya sebanyak dua kali. Rasanya seperti ada kait berduri yang masuk ke kulit saya," ungkap Bisceglia kepada media lokal King 5 News.

Seorang perempuan berfoto dengan gurita di wajahnya. Foto: Instagram @south_sound_salmon_queen

Luka akibat gigitan gurita itu terus mengeluarkan darah selama 30 menit dan menyebabkan rasa sakit yang intens, jelas Bisceglia. Dua hari setelahnya, ia kesulitan untuk menelan dan mengalami pembengkakan di wajah, tenggorokan, dan tangannya.

Ia telah mendapat antibiotik untuk mengatasi kondisinya itu. Namun, dokter mengatakan bahwa bengkak itu akan muncul dan pergi selama beberapa bulan ke depan.

Menurut Bisceglia, gurita yang menggigitnya itu adalah gurita pasifik raksasa muda atau Enteroctopus dofleini. Tapi, Sandy Trautwein, ahli dari Aquarium of the Pacific, California, mengatakan bisa saja itu adalah gurita merah pasifik atau Octopus rubescens.

embed from external kumparan

Trautwein mengatakan bahwa meski tubuh gurita itu empuk dan tak bertulang, mereka memiliki paruh yang terbuat dari keratin.

"Paruh gurita penampakannya mirip dengan paruh burung beo dan disokong oleh jaringan otot yang sangat kuat di tubuh gurita yang bernama massa bukal," jelas Trautwein kepada Live Science.

Paruh ini digunakan gurita untuk merobek tubuh mangsanya. Bahkan, paruh ini mampu mencabik tubuh hewan dengan cangkang yang lumayan keras, seperti kepiting.

"Begitu ada sedikit lubang di cangkang mangsanya, gurita akan menyuntikkan air liur berbisanya yang akan membuat si mangsa lumpuh atau bahkan mati," sambung Trautwein.

instagram embed

Racun yang melumpuhkan

Kebanyakan gurita memiliki bisa yang mengandung racun saraf. Racun itu bisa menyebabkan kelumpuhan pada korbannya.

Air liur gurita pasifik raksasa mengandung protein tyramine dan cephalotoxin. Racun itu bisa melumpuhkan atau membunuh mangsa si gurita.

Gigitan gurita bisa menyebabkan pendarahan dan pembengkakan pada manusia. Tapi, hanya racun dari gurita cincin biru (Hapalochlaena lunulata) yang diketahui bisa membunuh manusia.

Gurita adalah makhluk yang luar biasa. Bahkan, ada penelitian yang menyebut bahwa gurita adalah makhluk dari luar angkasa.

embed from external kumparan

Gurita adalah makhluk cerdas yang biasanya tidak menyerang manusia. Tapi, mereka akan melindungi dirinya jika terancam dan, seperti dalam kasus ini, bisa melukai manusia.

"Makhluk liar punya sifat tidak bisa diprediksi dan sebaiknya diperlakukan dengan hormat," kata Trautwein.

Tidak diketahui pasti apa yang terjadi pada si gurita yang menggigit Bisceglia. Tapi, dari penuturannya di media sosial, Bisceglia berencana akan memasak si gurita.

embed from external kumparan