Gagal Ginjal Akibat Kristal Tajam Etilen Glikol
·waktu baca 3 menit

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meyakini kuat gejala ginjal akut yang memakan korban hingga 143 anak dan balita disebabkan oleh cemaran senyawa etilen glikol (EG) dan dietilen glikol (DEG) yang terdapat pada obat sirop. Keduanya disebut berubah menjadi asam oksalat, dan ketika masuk ke ginjal, ia membentuk kristal tajam yang merusak organ tersebut.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah menindaklanjuti dua industri untuk dipidana karena ketahuan mengedarkan produk obat sirop tercemar senyawa EG dan DEG, seperti dijelaskan oleh Kepala BPOM Penny Lukito pada Senin (24/10). Sementara itu, beberapa lainnya masih dalam proses investigasi.
Anak yang menderita gejala ginjal akut dilaporkan mengalami demam, hingga frekuensi buang air kecil yang semakin sedikit.
Bagaimana etilen glikol dan dietilen glikol bisa menjadi kristal tajam di ginjal?
Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa senyawa etilen glikol dan dietilen glikol merusak ginjal dengan berubah menjadi kristal-kristal tajam kecil di dalam ginjal. Ketika masuk ke tubuh, EG dan DEG terolah di proses metabolisme, berubah menjadi metabolit berbahaya bernama asam oksalat.
Asam oksalat ini kemudian bereaksi dengan kalsium dan menjadi kalsium karboksilat. Ketika masuk ke ginjal, ia akan menjadi kristal kecil tajam yang bisa melukai ginjal dari dalam alias gagal ginjal.
“Senyawa kimia ini, etil glikol, dietil glikol, dan poliglikol butil eter, kalau masuk ke tubuh kita, tubuh kita kan melakukan metabolisme, itu merubah senyawa kimia tadi jadi asam oksalat. Ini berbahaya,” jelas Budi dalam konferensi pers Jumat (21/10).
Kenapa (asam oksalat) berbahaya? Asam oksalat itu masuk ke ginjal jadi kalsium oksalat itu menjadi kristal-kristal kecil yang tajam-tajam. Sehingga ada kristal kecil kecil tajam-tajam di balita kita, ya, rusak ginjalnya.
- Budi Gunadi Sadikin, Menkes -
Sementara itu, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran, Prof. Mochtaridi, menjelaskan lebih lanjut bagaimana kristal tersebut akhirnya muncul setelah etilen glikol dan dietilen glikol masuk tubuh.
Senyawa akhir metabolisme EG dan DEG akan terakumulasi di ginjal—karena fungsi ginjal sebagai organ sekresi dan filtrasi. Akumulasi partikel kristal tajam tersebut kemudian merusak ginjal , dengan cara yang sama dengan batu ginjal.
“Sehingga ketika (asam oksalat) ada di dalam tubuh, kemudian di tubuh ada kalsium, dia bereaksi menjadi kalsium oksalat yang akan terbentuk kristal. Dan kristalnya itu rata-rata mengendap di ginjal,” jelas Muchtaridi kepada kumparanSAINS, Kamis (20/10).
Kalau sudah menjadi kristal, kristal oksalat itu jarum, ya, tajam-tajam gitu. Mungkin pernah dengar batu ginjal? Nah, kalau sudah ada di ginjalnya anak yang kecil itu justru berbahaya paparannya.
- Prof. Mochtaridi, Guru Besar Fakultas Farmasi Universitas Padjadjaran
Muchtaridi menegaskan gejala ginjal ini lebih parah pada anak-anak daripada orang dewasa.
“Mungkin tidak terasa ketika terjadi pada orang dewasa, mungkin batu ginjal dan lain-lain, seperti itu. Sehingga asam oksalat ini dikategorikan ditulis sebagai racun seluler karena masuk ke sel yang menyebabkan gagal jantung, paru-paru, asidosis, bahkan bisa menyebabkan depresif sistem pusat karena asidosis,” ujarnya.
“Asidosis menyebabkan depresi sistem saraf pusat. Nah, itu yang dikenal etilen glikol dan dietilen glikol.”
