kumparan
12 Desember 2019 10:12

Ilmuwan Punya Rencana Pindah ke Planet Lain, Apa Bakal Terwujud?

Bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti
Ilustrasi bintang-bintang di Galaksi Bima Sakti. Foto: Skeeze via Pixabay
Para ilmuwan pasang badan, mereka tengah memikirkan solusi terbaik apabila suatu saat Bumi benar-benar tak layak lagi untuk dihuni. Skenario yang disusun yakni dengan menjajal planet lain yang ada di luar tata surya.
ADVERTISEMENT
Apa yang direncanakan ilmuwan bisa jadi sebagai peringatan bahwa kondisi Bumi yang kita tempati saat ini terancam.
Diinisiasi oleh ilmuwan dari Initiative for Interstellar Studies di Inggris, mereka berencana mengirim kru ke planet di luar Tata Surya yang berpotensi dapat ditinggali oleh manusia. Kemungkinan, planet tersebut adalah Proxima Centauri B.
Namun untuk mencapai ke sana, dibutuhkan waktu berabad-abad lamanya. Itu berarti, seluruh generasi akan lahir dan mati selama perjalanan.
Galaksi Bimasakti
Ilustrasi luar angkasa. Foto: Pexels
Belum lagi tantangan yang dihadapi misi semacam itu akan sangat banyak, sehingga gagasan para ilmuwan ini ditanggapi pesimistis.
"Jika dilihat dari perspektif fisika, tidak ada yang benar-benar menjadi hambatan," ujar Andreas Hein selaku direktur eksekutif di Initiative for Interstellar seperti dikutip dari Futurism. “Memang ada banyak tantangan, tetapi tidak ada prinsip dasar fisika yang dilanggar."
ADVERTISEMENT
Di antara tantangan yang dimaksud salah satunya adalah mencari tahu bagaimana mempertahankan kehidupan manusia selama melakukan perjalanan yang begitu panjang. Berdasarkan penelitian saat ini, bahkan untuk melakukan perjalanan ke Mars pun, ilmuwan masih kerap melakukan kekeliruan untuk menemukan cara yang paling efektif dalam melindungi astronaut dari ancaman radiasi kosmik yang mematikan.
Ilustrasi planet bumi
Planet Bumi. Foto: Qimono via Pixabay
Untuk menangani masalah medis lainnya akibat terlalu lama menghabiskan waktu di ruang angkasa, ilmuwan juga belum menemukan jalan keluarnya.
Asumsi yang menyebutkan bahwa sebuah planet di luar Tata Surya kita berpotensi untuk layak dihuni bisa jadi benar. Namun mengingat jaraknya yang teramat jauh, ada kemungkinan pula generasi yang lahir di luar angkasa suatu saat akan berubah pikiran dan memilih untuk tak melanjutkan misi ini.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan