Peneliti: Ada 10 Miliar Planet Mirip Bumi di Galaksi Kita

Peneliti menduga bahwa Galaksi Bima Sakti memiliki banyak planet mirip Bumi yang bertemperatur hangat dan memiliki air. Itulah kesimpulan yang para peneliti di Pennsylvania State University ambil setelah mempelajari data dari teleskop luar angkasa Kepler milik NASA.
Hasil riset ini mereka telah dipublikasikan di The Astronomical Journal pada 14 Agustus 2019. Dalam laporan hasil riset ini tim peneliti mengungkap dugaan bahwa di setiap empat bintang mirip Matahari di Bima Sakti ada satu planet mirip Bumi yang mengorbit si bintang. Artinya, para peneliti menjelaskan, ada sekitar 10 miliar planet mirip Bumi di galaksi kita ini.
Estimasi ini penting bagi usaha mencari kehidupan di luar Bumi. Sebab, kemungkinan besar hal itu bisa ditemukan di planet mirip Bumi yang bertemperatur hangat dan bisa memiliki air dalam bentuk cair.
Temuan para peneliti ini bisa membantu proyek-proyek penyelidik luar angkasa, semacam Wide-Field Infrared Survey Telescope yang akan mencari tanda-tanda keberadaan oksigen dan uap air di planet lain.
"Kita akan mendapat lebih banyak keuntungan jika mengetahui ke arah mana harus melihat," ujar Eric Ford, anggota tim peneliti, kepada Business Insider.
"Informasi ini sangat penting bagi para astronom yang sedang menyusun rencana proyek observatorium besar luar angkasa," kata Ford.
Dalam riset ini, Ford dan timnya mendefinisikan planet mirip Bumi dengan skala ukuran. Planet yang masuk definisi itu harus berukuran mulai dari tiga per empat sampai satu setengah Bumi dan mengorbit bintang induknya setiap 237 sampai 500 hari.
Dengan ukuran dan lingkar orbit tersebut, tim periset mengasumsikan bahwa planet akan berada di zona kehidupan. Itu adalah zona di mana air dalam bentuk cair bisa ada di permukaan si planet.
Ada sekitar 5 sampai 10 miliar planet mirip Bumi
Kesimpulan ini para peneliti dapatkan berkat teleskop luar angkasa Kepler milik NASA. Sejauh ini, Kepler telah membantu menemukan lebih dari 2.600 exoplanet atau planet mirip Bumi di luar tata surya kita.
Secara keseluruhan, Kepler memberi dugaan bahwa sekitar 20 sampai 50 persen bintang yang terlihat di langit malam memiliki planet mirip Bumi di zona kehidupannya.
Meski begitu, tim peneliti tidak bergantung pada data Kepler saja. Mereka membandingkan data itu dengan simulasi komputer. Upaya ini dilakukan untuk mengestimasi planet-planet yang mungkin tidak dideteksi Kepler.
"Masih ada ketidakpastian yang signifikan dalam bintang-bintang yang dilabeli 'mirip Matahari', jarak orbit yang dianggap berada dalam 'zona kehidupan' dan ukuran planet yang dianggap mirip Bumi," kata Ford.
"Berdasarkan ketidakpastian itu, estimasi keberadaan 5 sampai 10 miliar planet mirip Bumi masih dianggap masuk akal," simpulnya.
