Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.94.0
ADVERTISEMENT
Presiden Joko Widodo alias Jokowi baru saja memulai periode kedua kepemimpinannya. Ia menunjuk Bambang Permadi Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) sekaligus Kepala Badan Riset Inovasi Nasional dalam Kabinet Indonesia Maju periode 2019-2024.
ADVERTISEMENT
Penunjukan resmi Bambang sebagai Menristek dilakukan Jokowi di Istana Kepresidenan pada Rabu (23/10). Pengumuman itu dilakukan tiga hari usai Jokowi dilantik sebagai presiden di Gedung DPR/MPR pada Minggu (20/10).
Nama Bambang Brodjonegoro bukan nama baru di kancah pemerintahan Indonesia. Pada Kabinet Kerja periode 2014-2019, ia pernah menjabat sebagai Menteri keuangan dari 27 Oktober 2014 sampai 27 Juli 2016. Kemudian Bambang digeser menjadi Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) atau Kepala Bappenas pada 27 Juli 2016 hingga 20 Oktober 2019. Kini, Bambang dipercaya menjadi Menristek .
Pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) pun, Bambang sudah dipercaya menduduki berbagai jabatan penting, yakni Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan (2011-2013) dan Wakil Menteri Keuangan (2013-2014).
ADVERTISEMENT
Bambang lahir di Jakarta pada 3 Oktober 1966. Ia adalah putra bungsu dari mantan rektor Universitas Indonesia (UI), Soemantri Brodjonegoro, yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Pertambangan dan Menteri Kebudayaan pada masa kepemimpinan Soeharto.
Pria penggemar bulu tangkis dan sepak bola ini juga sempat menjadi visiting fellow di Australian National University dan Hitotsubashi University. Ia mendapat ISEAS-World Bank Research Fellowship Award dan Eisenhower Fellowship untuk mendalami masalah desentralisasi di Amerika Serikat.
ADVERTISEMENT
Di dunia akademik, kariernya dimulai sebagai staf pengajar di FE UI hingga merangkak naik menjadi Ketua Jurusan Ekonomi pada 2002-2005, lalu menjadi Dekan Fakultas Ekonomi UI pada 2005-2009. Kepakaran dan keluasan pengalaman di bidang ekonomi, khususnya terkait desentralisasi wilayah, membuat Brodjonegoro sering diundang sebagai dosen atau guru besar tamu bagi banyak universitas di dalam dan luar negeri.
Ia juga memiliki beberapa karya tulis, di antaranya buku yang diterbitkan oleh The Institute of Southeast Asian Studies (ISEAS) Singapura dan oleh Edward Elgar, Inggris. Selain itu, Bambang juga membuat artikel yang muncul di beberapa jurnal internasional, antara lain di Hitotsubashi Journal of Economics.
Di luar dunia akademik, Bambang pernah menjadi Komisaris Independen PT PLN (Persero) pada 2004-2009 dan Komisaris PT Adira Insurance pada 2006-2011. Ia juga kerap mendapat undangan sebagai pakar ekonomi dalam kajian program kementerian.
Saat menjadi bendahara negara di periode pertama pemerintahan Jokowi, Bambang turut membidani program pengampunan pajak atau Tax Amnesty. Namun, sebelum program itu berjalan, Bambang digantikan oleh Sri Mulyani Indrawati. Akhirnya Sri Mulyani lah yang mengeksekusi program Tax Amnesty.
ADVERTISEMENT
Kemudian saat menjadi Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro mempersiapkan kajian pemindahan ibu kota negara. Pilihan Jokowi akhirnya jatuh pada Penajam Paser Utara dan Kutai Kartanegara di Kalimantan Timur. Sampai akhir masa jabatan Menteri PPN/Kepala Bappenas, Bambang terus mempersiapkan kajian terkait ibu kota baru.