kumparan
search-gray
Tekno & Sains18 Desember 2019 8:35

Riset: Minum Kopi Bisa Kurangi Risiko Penyakit Otak

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi biji kopi
Ilustrasi biji kopip Foto: Shutter Stock
Kebiasaan menyeruput secangkir kopi agar kuat begadang lumrah dilakukan. Tapi tahukah kamu, kopi juga berkhasiat untuk mengurangi risiko penyakit neurodegeneratif seperti alzheimer dan parkinson. Fakta Ini bisa menjadi alasan baru mengapa kopi punya banyak penggemar.
ADVERTISEMENT
Sebuah studi baru menunjukkan manfaat kesehatan lain dari mengonsumsi lima cangkir kopi per hari, yakni bisa mencegah risiko terkena demensia. Temuan ini mendukung penelitian sebelumnya yang mengungkap hubungan antara jenis minuman yang banyak digandrungi orang dengan penyakit neurodegeneratif.
“Ada beberapa studi ilmiah yang menemukan hubungan antara konsumsi kopi dan manfaatnya untuk menghambat munculnya penyakit alzheimer,” tegas Keri Gans, penulis ‘The Small Change Diet’, seperti dikutip Medical Daily. Namun sejauh ini, Gans belum bisa memastikan bagaimana kopi bekerja untuk mencegah demensia.
Pada 2018 lalu, ada sebuah riset yang menunjukkan bahwa konsumsi kopi secara teratur dapat membantu orang menghindari alzheimer dan parkinson. Melalui riset tersebut, peneliti menemukan senyawa fenilindan pada kopi sangat menjanjikan untuk mengobati gangguan neurogeneratif. Ini karena fenilindan mampu memblokir beta amiloid dan tau, jenis protein yang menjadi pemicu alzheimer dan parkinson.
Orang tua sakit Alzheimer
Orang tua sakit Alzheimer. Foto: Pixabay
Selain melindungi ingatan terhadap kondisi neurodegeneratif, banyak penelitian yang juga menunjukkan manfaat minum kopi untuk menghindari penyakit lain. Gans mengatakan, para peneliti sebelumnya menemukan minuman itu dapat membantu mengurangi risiko penyakit jantung, kanker jenis tertentu, dan diabetes tipe 2.
ADVERTISEMENT
Sebuah studi keluaran 2015 menunjukkan, bahwa cafestol dan asam caffeic dalam kopi dapat membantu meningkatkan kadar gula darah. Asupan dua bahan tersebut diketahui dapat meningkatkan sekresi insulin ketika glukosa ditambahkan selama tes.
Ilustrasi nongkrong sambil minum kopi
Ilustrasi nongkrong sambil minum kopi. Foto: Shutter Stock
Minum kopi juga bekerja melawan beberapa jenis kanker dalam tes sebelumnya. Pada 2016, kopi dikaitkan dengan risiko kanker usus yang lebih rendah pada lebih dari 5.000 pria.
Temuan terbaru pada 2019 juga menunjukkan zat yang biasa ditemukan dalam kopi, termasuk cafestol dan kahweol asetat, bisa menghambat pertumbuhan kanker prostat.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white