Kumparan Logo

Roket NASA untuk Kirim Astronaut ke Bulan Selesai Dibangun

kumparanSAINSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bentuk roket NASA yang bakal kirim manusia.  Foto: NASA (National Aeronautics and Space Administration)
zoom-in-whitePerbesar
Bentuk roket NASA yang bakal kirim manusia. Foto: NASA (National Aeronautics and Space Administration)

NASA mengumumkan telah merampungkan pengerjaan roket raksasa yang akan mengirim astronaut Amerika Serikat kembali ke Bulan pada 2024 nanti. Dalam pernyataan yang diungkap pada Senin (9/12), NASA menyebutkan tinggi roket itu menjulang hingga 65 meter, setara dengan bangunan 20 lantai.

Dengan begitu, Space Launch System (SLS) menjadi roket tertinggi yang pernah dibuat NASA. Roket tersebut juga menjadi yang paling kuat, sebab kecepatannya sengaja dirancang untuk melampaui rekor kecepatan Mach 23 sebelum masuk ke tahap pemisahan.

Menurut laporan audit NASA pada Juni 2019, pembuatan roket ini menelan biaya cukup fantastis hingga 8 miliar dolar AS atau sekitar Rp 112 triliun. Biaya naik 29 persen dari yang semula hanya 6,2 miliar dolar AS atau setara dengan Rp 86 triliun. Penyebab biaya tersebut membengkak adalah penundaan dalam pengembangan SLS yang sebelumnya telah dijadwalkan meluncur pertama kali pada November 2018.

Roket NASA yang bakal kirim manusia ke bulan pada tahun 2024. Foto: NASA (National Aeronautics and Space Administration)

Kini, roket SLS berada di Fasilitas Perakitan Michoud NASA, New Orleans. Jim Bridenstine, administrator NASA, mengungkap rampungnya pengerjaan SLS merupakan hari yang penting bagi badan antariksa AS.

"Kami membuat kemajuan yang signifikan dalam mencapai misi Artemis 3 dan akan mengirimkan astronaut wanita pertama serta astronaut pria berikutnya ke kutub selatan Bulan pada tahun 2024,” katanya, seperti dikutip dari Science Alert.

Misi Artemis 1 kemungkinan akan lepas landas pada Juni 2020. Karena ini merupakan percobaan pertama, NASA telah memprediksi hasilnya kemungkinan tidak akurat.

Begini perangkat-perangkat yang ada di dalam roket NASA. Foto: NASA (National Aeronautics and Space Administration)

NASA berencana mendarat di kutub selatan Bulan untuk mengeksploitasi endapan es yang ditemukan pada 2009. Tujuannya bisa untuk keperluan pendukung kehidupan atau dipecah menjadi hidrogen dan oksigen yang bisa digunakan sebagai propelan roket.

Badan antariksa AS itu memandang kembalinya astronaut mereka ke Bulan merupakan ajang pembuktian untuk misi selanjutnya ke Mars pada 2030-an.