Kumparan Logo

Satelit NASA Foto Momen Erupsi Gunung Berapi di Bulan Jupiter

kumparanSAINSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Gambar permukaan Io, bulan Jupiter (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI/INAF)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar permukaan Io, bulan Jupiter (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI/INAF)

Pesawat antariksa Juno milik NASA telah tiba di planet Jupiter pada 5 Juli 2016. Sejak saat itu, satelit tersebut sudah mengumpulkan banyak informasi soal planet terbesar di tata surya kita ini, mulai dari atmosfer, medan magnetik, gravitasi, hingga struktur interiornya.

Belum lama ini, empat kamera di satelit Juno berhasil memotret penampakan unik yang terjadi pada Io, bulan planet Jupiter. Juno sukses memotret fenomena seperti erupsi gunung berapi di salah satu kutub Io pada 21 Desember 2018.

Gambar ini ditangkap oleh beberapa instrumen yang dibutuhkan untuk penelitian, seperti JunoCam, Stellar Reference Unit (SRU), Jovian Infrared Auroral Mapper (JIRAM), dan Ultraviolet Imaging Spectrograph (UVS). Selama lebih dari satu jam semua instrumen tersebut mengamati daerah kutub Io, yang secara tidak terduga menampakkan objek seperti lava.

Gambar rekonstruksi pada Io yang diambil JunoCam (Foto: NASA/SwRI/MSSS)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar rekonstruksi pada Io yang diambil JunoCam (Foto: NASA/SwRI/MSSS)

"Kami tahu bahwa kami sedang melakukan terobosan baru dengan kampanye multi-spektral untuk melihat wilayah kutub Io, tetapi tidak ada yang berharap kami akan seberuntung itu melihat material letusan vulkanik aktif dari permukaan bulan itu," kata Scott Bolton selaku peneliti utama dalam misi Juno dan juga wakil presiden divisi teknik dan ilmu antariksa di Southwest Research Institute, seperti dikutip dari Science Alert.

"Ini adalah hadiah Tahun Baru yang menunjukkan kepada kita bahwa Juno memiliki kemampuan untuk melihatnya dengan jelas."

Sesaat setelah terjadinya gerhana Io oleh Jupiter (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI)
zoom-in-whitePerbesar
Sesaat setelah terjadinya gerhana Io oleh Jupiter (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI)

JunoCam mengambil gambar pertama pada 21 Desember 2018 pukul 12.00, 12.15, dan 12.20. Kala itu, Io akan memasuki bayangan Jupiter dan menjadi gerhana total. Foto yang diambil menunjukkan bulan setengah menyala dengan letusan gunug berapi terletak di terminator (batas siang-malam).

"Permukaan bulan dalam bayangan, tetapi ketinggian plume memungkinkannya memantulkan sinar matahari, seperti halnya puncak gunung atau awan di Bumi yang terus menyala setelah Matahari terbenam," ucap Candice Hansen-Koharcheck, pemimpin JunoCam dari Planetary Science Institute.

Pada pukul 12.40, Io melewati sepenuhnya bayangan Jupiter dan menjadi gelap. Meski begitu, pantulan sinar Matahari dari bulan Jupiter lainnya, Europa, membantu menerangi Io dan objek seperti erupsi gunung berapi.

Pada titik ini, kamera SRU yang dirancang untuk mengumpulkan cahaya dari bintang-bintang mampu menangkap gambar yang menunjukkan Io menjadi terang oleh pantulan sinar dari Europa.

Gambar titik-titik panas pada Io yang ditangkap JIRAM (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI/INAF)
zoom-in-whitePerbesar
Gambar titik-titik panas pada Io yang ditangkap JIRAM (Foto: NASA/JPL-Caltech/SwRI/INAF)

Titik paling terang pada gambar kamera SRU diyakini sebagai tanda radiasi yang dihasilkan oleh gas atmosfer dan debu di atmosfer Io. Partikel-partikel ini secara teratur tersapu oleh medan magnet Jupiter dan kemudian terionisasi, menyumpal sabuk radiasi besar Jupiter. Bintik terang lain dalam gambar diyakini sebagai hasil aktivitas dari gunung berapi.

Ini adalah gambar langka yang didapat SRU, meski alat ini sebenarnya tidak dirancang untuk mencitrakan permukaan Io. Para peneliti kemudian menggunakan kesempatan ini untuk menguji instrumen JIRAM yang bisa mendeteksi panas berdasarkan panjang gelombang yang ditangkap. Dalam hal ini ternyata JIRAM juga berguna untuk menghasilkan gambar titik-titik panas di permukaan Io.

Gambar terbaru ini menunjukkan bahwa pesawat antariksa Juno juga mampu mempelajari bulan-bulan Jupiter, yang dapat mengarah pada wawasan baru tentang bagaimana interaksi antara Jupiter dengan satelit utamanya, seperti Io, Europa, Ganymede, atau Callisto, mempengaruhi keduanya.

embed from external kumparan