kumparan
1 November 2019 8:57

Spesies Baru Tupai Terbang Raksasa Ditemukan di Rusia

Ilustrasi tupai terbang.
Ilustrasi tupai terbang. Foto: Kadoorie Farm & Botanic Garden
Peneliti berhasil menemukan spesies baru dari tupai terbang berukuran raksasa yang telah dinyatakan punah. Dr Mikhail Tiunov dari Far Eastern Institute of Biology and Soil Science mengonfirmasi penemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
Beberapa gigi dan serpihan rahang atas dengan dua gigi dari hewan bernama latin Petaurista tetyukhensis itu ditemukan masih utuh dalam penggalian di gua Sukhaya di Cagar Alam Leopard, yang berjarak 144 km dari Vladivostok.
Penemuan gigi tupai terbang yang punah ini juga pernah terjadi di dalam gua Tetyukhinskaya di bagian utara wilayah Primorsky. Seluruh fosil yang ditemukan itu diperkirakan telah berusia 30 ribu tahun.
Menurut Tiunov, spesies serupa belum pernah ditemukan di belahan dunia mana pun selain di Rusia.
“Meskipun ada banyak penelitian paleontologis yang dilakukan oleh negara tetangga seperti China, mereka tidak pernah menemukan fosil dari spesies tupai terbang raksasa ini,” klaim Tiunov, sebagaimana dilansir Siberian Times. “Ini menandakan spesies itu tidak pernah ditemukan dan belum pernah tinggal di sana.”
Tupai Malabar
Ilustrasi tupai. Foto: instagram/kaushik_photographs
Tiunov menjelaskan bahwa habitat tupai raksasa di era modern berada di kawasan Asia Tenggara. Mereka memilih untuk menghuni daerah-daerah terpencil.
ADVERTISEMENT
"Mungkin inilah tepatnya cara mereka hidup di masa lalu, habitat spesies khusus ini dibatasi oleh wilayah distrik Primorskiy modern,” jelas Tiunov.
Persis seperti tupai raksasa yang hidup saat ini, nenek moyang mereka yang baru saja ditemukan itu juga pemakan serangga, buah-buahan dan dedaunan, meskipun struktur tulang keduanya sangat berbeda.
Sebagai tim ilmiah Rusia yang berada di balik penemuan itu, Tiunov mengatakan bahwa penemuan spesies tupai terbang raksasa ini merupakan hal langka dan sesuatu yang penting bagi dunia paleontologi.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan