Surat Cinta Mata-mata Perang Dunia I Mata Hari Terjual Rp 221 Juta

Mata Hari, atau yang memiliki nama asli Margaretha Geertruida Zelle, adalah penari asal Belanda yang menjadi mata-mata Prancis selama Perang Dunia I. Namun, Mata Hari akhirnya malah dihukum mati karena dituduh menjadi agen ganda Jerman.
Ia ditangkap di Paris pada 13 Februari 1917, yang kemudian sidang atas kasusnya ini dilaksanakan pada 24 Juli pada tahun itu. Mata Hari kemudian didakwa menjadi mata-mata untuk Jerman dan menyebabkan tewasnya kurang lebih 50 ribu tentara.
Setelah hukuman dijatuhkan, Mata Hari dieksekusi oleh tim penembak Prancis pada 15 Oktober 1917. Dilansir Fox News, sejumlah sejarawan berpikir Mata Hari menjadi kambing hitam sebagai cara pemerintah Prancis mengalihkan isu kekalahan besar Prancis selama Perang Dunia I.
Kini, ada hal lain yang tersisa dari peninggalan Mata Hari semasa hidupnya, yakni surat cintanya untuk sang kekasih, seniman Belanda bernama Piet van der Hem. Total ada 10 surat cinta Mata Hari kepada van der Hem yang tidak tertera tanggal berapanya ditulis, tapi diyakini selama periode akhir 1914 sampai awal 1915.
Semua surat cinta ini dilelang di sebuah rumah lelang di Los Angeles dan laku hingga 15 ribu dolar AS atau setara Rp 221 juta.

Mata Hari menulis semua surat itu dari Hotel Victoria di Amsterdam, saat ia tinggal di Belanda setelah kabur dari Berlin, Jerman, di awal mulainya perang.
"Hari menulis tentang menemukan pekerjaan sebagai seorang penari, bagaimana orang Belanda bereaksi terhadap gaya tariannya, 'jurnalis babi' yang mengkritiknya dan membuat van der Hem melukisnya serta merancang desain kostum untuknya," tulis deskripsi surat itu dalam rumah lelang tersebut.

Tujuh surat itu ditulis dalam bahasa Prancis, sedangkan sisanya tiga surat ditulis dalam bahasa Belanda.
Dalam surat-surat tersebut, Mata Hari mengaku jika ia mencintai van der Hem 'hanya karena siapa dirimu," dan akan memaafkannya yang 'bersenang-senang' dengan perempuan lain. Dan dalam surat yang sama, Mata Hari juga mengatakan jika ia tidak akan membalas perbuatan van der Hem tersebut.
