Temuan Unik: Lebah Madu Ternyata Jago Selancar

Sebuah penelitian terbaru berhasil mengungkap kemampuan unik yang dimiliki lebah madu sebagai peselancar ulung. Peneliti mengamatinya saat lebah terjebak di dalam air.
Chris Roh, adalah seorang insinyur dari Institut Teknologi California, Amerika Serikat, yang pertama kali menemukan "bakat terpendam" si lebah madu dalam berselancar.
Penjelasannya begini, di musim-musim tertentu, misalnya saat cuaca terik, lebah juga bisa merasakan haus seperti halnya manusia. Di saat itulah, kubangan-kubangan air menjadi jujukan mereka untuk melepas dahaga.
Satu hal yang cukup berisiko memang, apalagi jika sayap mereka bersentuhan dengan permukaan air. Sangat mudah bagi lebah-lebah untuk tersangkut. Dalam hitungan menit saja, lebah-lebah yang tak punya kemampuan berenang bisa tenggelam.
Nah, Roh kemudian merasa tertarik untuk mencari tahu bagaimana cara lebah-lebah ini meloloskan diri dari situasi gawat tersebut. Setelah diamati, lebah-lebah tadi ternyata akan memanfaatkan sayapnya yang menghasilkan gelombang untuk berselancar menuju tempat yang aman.
"Saat itu merupakan musim panas dan lebah madu ini tampaknya terperangkap di permukaan air," jelas Roh, dalam sebuah wawancara dengan Fox News. Kala itu, sinar matahari jatuh tepat di objek yang tengah diamati Roh.
"Aku melihat lebah sedang berjuang keluar dari air dan bergerak dengan cukup lincah, ” imbuhnya.
Roh begitu serius memperhatikan bagaimana lebah yang terperangkap dalam air mampu menghasilkan daya dorong, bergerak melintasi air ketika sayap mereka bergerak-gerak. Dari pengamatan singkat tersebut lantas tercetus ide dari Roh untuk mengumpulkan beberapa serangga dan membawanya ke lab.
Dibantu oleh rekannya Mory Gharib, Roh kemudian meletakkan satu per satu serangga di dalam wadah berisi air. Saat sayap lebah mulai menyentuh air, Roh dan Gharib mulai mengamati pola gelombang asimetris kecil yang dihasilkan oleh sayap lebah.
Barulah setelah itu, lebah akan mulai bergerak di sepanjang permukaan air. Mereka mulai berselancar. Gerakan mereka memang lambat di atas riak-riak kecil air yang mirip ombak.
Roh menambahkan, kepakan sayap lebah mampu menghasilkan gelombang amplitudo yang besar sehingga membuatnya mampu berselancar di atas air.
Menurut Roh, cara lebah bergerak di atas air berbeda dari serangga pada umumnya. Dari hasil penelitian ini, Roh dan timnya terinspirasi untuk mengembangkan teknologi berupa robot kecil yang dapat terbang di udara serta bergerak di atas air.
Penelitian Roh itu telah dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PNAS.
