Hong Kong Open: Jonatan Christie Tambah Skuat Indonesia di 8 Besar

Jonatan Christie menambah daftar pemain Indonesia yang mentas di perempat final Hong Kong Open 2019.
Berlaga melawan Prannoy HS pada Kamis (14/11/2019), Jonatan menang 21-12 dan 21-19. Kalau bukan Lin Dan, yang menjadi lawannya di perempat final adalah Anders Antonsen.
Keberhasilan Jonatan melangkah ke perempat final diawali dengan kemenangan 21-17 dan 21-18 Mohammad Ahsan/Hendra Setiawan atas Wahyu Nayaka/Ade Yusuf. The Daddies akan bertanding melawan Mathias Boe/Mads Conrad-Petersen di perempat final.
Berita menyenangkan juga datang dari sektor ganda campuran. Hafiz Faizal/Gloria Emanuelle sampai ke perempat final berkat kemenangan 21-14, 18-21, 21-11 atas Chris Adcock/Gabrielle Adcock.
Hafiz/Gloria akan bertemu dengan pemenang laga antara Praveen Jordan/Melati Daeva dan Yuki Kaneko/Misaki Matsutomo di babak delapan besar. Semua laga perempat final bakal dihelat pada Jumat (14/11/2019).
Oke, kembali ke Jonatan. Keunggulan 5-4 Prannoy tidak menggambarkan bahwa Jonatan bakal tertinggal melulu ketika berlaga di Court 2 Hong Kong Coliseum kali ini.
Begitu menyamakan kedudukan jadi 5-5, Jonatan mulai di atas angin. Lesakan jumping smash-nya menjadi penutup reli dalam kedudukan itu. Prannoy dapat menebak arah pukulan dengan benar. Persoalannya, ia terpeleset ketika hendak menyambar shuttlecock.
Smash-smash Jonatan adalah senjata brilian untuk mengamankan angka. Manuver itu membantunya unggul hingga 9-6. Sayangnya, reli dalam kedudukan ini tidak berakhir manis untuk Jonatan. Pengembalian defensifnya justru membenturkan shuttlecock ke net.
Keunggulan 11-7 di interval bukan jaminan. Namun, torehan itu adalah fondasi yang baik untuk membangun keunggulan lebih besar lagi.
Jonatan memanfaatkan situasi ini dengan cerdik. Sejak awal gim pertama, ia berulang kali melepaskan serangan-serangan menyilang yang akhirnya sulit ditebak Prannoy.
Misalnya, dalam kedudukan 11-7 itu. Jonatan merangkai smash-smash panjang dengan arah bervariasi. Tidak panjang, cuma sekitar lima atau enam pukulan. Ending-nya adalah sergapan ke tubuh Prannoy.
Meski demikian, hasilnya tidak sesuai harapan Jonatan. Prannoy mendapat poin karena ternyata sergapan Jonatan itu mendorong shuttlecock ke luar lapangan. Haish.
Ya, sudahlah. Jonatan masih memegang kendali laga. Ia memimpin jauh hingga 17-9.
Prannoy bukannya tidak bisa menambah angka sama sekali. Jumping smash yang diarahkan ke sisi kiri lapangan Jonatan menggeser kedudukan menjadi 10-17. Pun demikian saat mengubah kedudukan jadi 12-18.
Akan tetapi, poin ke-12 itu menjadi torehan terakhir Prannoy di gim pertama. Jonatan melangkah ke gim kedua berbekal kemenangan 21-12.
Gim kedua tidak dibuka dengan situasi serupa gim pertama. Alih-alih unggul jauh, Jonatan tertinggal 3-7.
Reli panjang dan sengit muncul di kedudukan itu. Prannoy menunjukkan bahwa ia memiliki pukulan-pukulan cepat dan mematikan.
Duel itu tidak berakhir menyenangkan untuk Jonatan. Ia gagal mengangkat shuttlecock dari net sehingga Prannoy memimpin 8-3.
Jonatan belum patah arang. Ia memangkas ketertinggalan hingga 6-8. Smash Prannoy yang tidak terukur membuat Jonatan mendekat 7-8. Meski demikian, Prannoy berhasil merawat keunggulannya. Setidaknya hingga interval, ia bertahan 11-9.
Saat memimpin 12-9, dua angka beruntun melayang ke kubu Jonatan. Persoalannya serupa. Pukulan yang tidak terukur sehingga shuttlecock dinyatakan out.
Arah angin mulai berubah begitu Jonatan menyamakan kedudukan menyamakan kedudukan jadi 13-13. Dua eror Prannoy memampukan Jonatan merengkuh dua angka beruntun sejak 11-13.
Pertama, pengembalian Prannoy membuat shuttlecock tersangkut di net. Kedua, Prannoy keliru menempatkan shuttlecock. Niatnya malah tepat di garis, malah terjatuh tipis di sebelah luar.
Meski demikian, Prannoy belum tamat. Smash-smash-nya kian efektif meredam performa Jonatan. Buktinya, ia berhasil mengejar ketertinggalan 15-18 dan menyamakan kedudukan 19-19.
Kabar gembira bagi kubu Indonesia masih terus datang. Jonatan berhasil meraih tiket perempat final Hong Kong Open tanpa harus berlaga di gim ketiga karena menutup gim kedua dengan kemenangan 21-19.
