kumparan
search-gray
Woman5 Oktober 2018 17:14

Emily Ratajkowski dan Amy Schumer Ditahan Polisi saat Ikut Demo

Konten Redaksi kumparan
KASUS PELECEHAN SEKSUAL BRETT KAVANAUGH
Emily Ratajkowski dan Amy Schumer saat melakukan aksi protes atas pencalonan Brett Kavanaugh sebagai hakim Mahkamah Agung AS. (Foto: IG: @emrata)
Model sekaligus aktris Emily Ratajkowski dan komedian Amy Schumer ditahan oleh pihak kepolisian Amerika Serikat bersama ratusan perempuan lainnya saat melakukan protes atas calon hakim Mahkamah Agung, Brett Kavanaugh.
ADVERTISEMENT
Pada Kamis (04/10), ratusan perempuan muncul di depan Gedung Kantor Senat Hart dan Dirksen untuk memprotes pencalonan Kavanaugh setelah tiga perempuan melayangkan tuduhan berbagai bentuk pelanggaran seksual kepadanya. Amy Schumer dan Emily Ratajkowski berada di antara mereka.
Emily hadir dengan membawa kertas besar bertuliskan ‘Respect female existence or expect our resistance’ yang dalam bahasa Indonesia berarti ‘Hormati eksistensi perempuan atau bersiaplah untuk perlawanan kami’. Sedangkan Amy Schumer mengenakan kemeja hijau dengan tulisan ‘This today, then #ERA’ di bagian belakangnya.
Dilansir dari CNN, Capitol Police telah menahan 302 orang selama proses demonstrasi. Dalam sebuah video yang beredar di Twitter, kedua selebriti tersebut setuju untuk ditahan setelah petugas kepolisian bertanya apakah mereka ingin ditangkap.
KASUS PELECEHAN SEKSUAL BRETT KAVANAUGH
Polisi menahan 302 demonstran di depan Gedung Kantor Senat Hart dan Dirksen, Amerika Serikat (Foto: REUTERS/Mary F. Calvert)
Sebuah rekaman lain menunjukkan mereka tengah menunggu untuk diproses oleh petugas. Amy mengatakan kepada produser CNN bahwa ia ditangkap, sedangkan Emily terang-terangan menuliskan di akun Instagram miliknya bahwa ia ditangkap.
ADVERTISEMENT
Kedua video tersebut kemudian menimbulkan polemik di media sosial karena dianggap bertentangan dengan pernyataan yang diberikan oleh Emily dan Amy.
Seorang jurnalis Amerika, Benny Johnson menuliskan pendapatnya di Twitter. Ia menganggap bahwa Emily dan Amy bercanda karena mengatakan kata ‘ditahan’, padahal keduanya melakukan itu dengan sukarela.
Cuitan tersebut ditanggapi seorang perempuan bernama Trish Christean yang mengatakan bahwa Amy dan Emily memilih ditangkap daripada harus disuruh pergi dan tidak mengungkapkan suaranya.
Di kesempatan yang sama, Amber Heard juga ikut menggunakan hak bebas bicaranya dan membela Profesor Christine Blasey Ford. Profesor Ford merupakan satu dari tiga perempuan yang mengajukan tuduhan pelecehan seksual terhadap calon hakim ke-9 Mahkamah Agung Amerika Serikat, Brett Kavanaugh.
ADVERTISEMENT
Keberanian Ford telah membangkitkan dukungan dari perempuan di seluruh dunia, terutama perempuan Amerika. Sejak Kamis (27/9), para pendukung Ford telah membuat aksi di media sosial menggunakan tagar #BelieveChristine, #IbelieveChritineBlaseyFord dan #Ibelieveher, serta melakukan protes di depan dua gedung kantor Senat di kawasan Capitol Hill di Washington D.C.
Aksi tersebut terus berlangsung hingga minggu ini, di mana Emily Ratajkowski, Amy Schumer, dan Amber Heard turut ikut melakukan protes.
KASUS PELECEHAN SEKSUAL BRETT KAVANAUGH
Ratusan perempuan yang ditangkap Capitol Police di Amerika Serikat saat melakukan aksi demo atas Brett Kavanaugh. (Foto: REUTERS/Kevin Lamarque)
"Saya bangga berada di sini dengan begitu banyak orang yang sangat berani dan orang-orang yang bangga dan peduli dengan bangsa ini dalam momen penting seperti ini," tulis Amber dalam unggahan foto dirinya berada di Washington D.C.
Tak hanya satu foto, mantan istri Johnny Depp ini mengunggah foto dirinya sedang memegang bendera Amerika dan menulis rasa terima kasihnya kepada para perempuan yang sudah hadir untuk bersuara.
ADVERTISEMENT
Hingga saat ini, konfirmasi Kavanaugh sebagai calon hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat sedang ditunda karena pihak FBI tengah melakukan investigasi terkait dugaan pelecehan seksual yang dilaporkan oleh tiga perempuan atas Kavanaugh.
KASUS PELECEHAN SEKSUAL BRETT KAVANAUGH
Ratusan perempuan berkumpul di depan Gedung Kantor Senat Hart dan Dirksen, Amerika Serikat (Foto: REUTERS/Stephen Yang)
Christine Blasey Ford menuduh Kavanaugh menahannya di tempat tidur, mencoba membuka paksa pakaiannya dan menutup mulut Christine ketika ia meminta pertolongan pada sebuah pesta di tahun 1980-an.
Perempuan kedua, yaitu Debra Ramirez mengklaim Kavanaugh memperlihatkan alat kelaminnya ke wajah Debra dan memaksa perempuan itu untuk menyentuhnya ketika Debra berusaha kabur.
Dan yang ketiga adalah Julie Swetnick, ia mengaku Kavanaugh dan sahabatnya Mark Judge adalah bagian dari sekelompok orang yang membius dan memperkosa para perempuan. Tetapi pada setiap kesempatan, Kavanaugh selalu membantah semua tuduhan ketiga perempuan tersebut.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white