Tekno & Sains
·
17 Desember 2019 16:32

3 Alasan Indonesia Belum Gelar Jaringan Internet 5G

Konten ini diproduksi oleh kumparan
3 Alasan Indonesia Belum Gelar Jaringan Internet 5G (9513)
Tulisan 5G muncul dalam layar displai di booth Qualcomm di CES 2019. Foto: Steve Marcus/Reuters
Sejumlah negara sudah resmi menggelar jaringan internet mobile generasi kelima alias 5G. Sementara Indonesia masih mentok di teknologi 4G LTE dengan 5G masih diuji coba. Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) punya alasan kenapa Indonesia belum menggelar internet 5G sampai saat ini.
ADVERTISEMENT
Kominfo membeberkan, ada tiga alasan pemerintah mengapa jaringan 5G belum bisa diimplementasikan hingga saat ini. Salah satunya ialah pemerintah masih belum menentukan pita frekuensi yang bisa dialokasikan untuk jaringan 5G.
“Kita harus menata dengan benar frekuensi spektrum untuk 5G karena ini seperti jalan tol bagi digitalisasi revolusi digital,” ujar Johnny di sela acara Penandatanganan MoU dan PKS Mitra Pelaksana FGA VSGA Digital Talent Scholarship 2020 di Jakarta, Selasa (17/12).
3 Alasan Indonesia Belum Gelar Jaringan Internet 5G (9514)
Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate melakukan rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Komplek Parlemen. Foto: Fanny Kusumawardhani/kumparan
Soal spektrum ini, Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, pernah membeberkan kandidat frekuensi yang cocok untuk jaringan 5G, yakni 700 MHz dan 800 MHz di Lower-band, 2,6 GHz dan 3,5 GHz di Middle-band, dan 26 GHz di Upper-band. Namun, belum ada kepastian frekuensi mana yang akan menjadi tempat penanaman 5G.
ADVERTISEMENT
Alasan kedua ialah soal penerapan teknologi 5G itu sendiri. Menurut Johnny, Indonesia harus tahu terlebih dahulu teknologi apa yang dibutuhkan. Teknologi 5G sendiri hadir dalam bentuk robot, mobil otonom, dan berbagai Internet of Things (IoT) lainnya.
Untuk menentukan kebutuhan teknologi 5G, Johnny mengatakan perlu dilakukan uji coba setiap inovasi. Hingga saat ini, pihak operator seluler juga masih terus melakukan uji coba penerapan jaringan 5G, mulai dari manufaktur, mobil otonom, hingga komunikasi berbentuk hologram.
“Kita harus menentukan pilihan teknologi yang mana. Nah dalam rangka menentukan teknologi yang mana perlu dilakukan uji coba-uji coba, atau trial. Test and trial ini sedang berlangsung di Indonesia dengan berbagai pilihan teknologi,” lanjut Johnny.
Yang terakhir, Johnny mengatakan bahwa pihaknya juga perlu memikirkan soal model bisnis 5G. Pertimbangan itu masuk dalam alasan geostrategis yang mengharuskan pemerintah untuk terlebih dahulu menentukan kebijakan dan tujuan pembangunan jaringan 5G.
ADVERTISEMENT
Pertimbangan ini ke depannya akan menentukan bagaimana Indonesia akan mengkomersialkan 5G di Tanah Air.
“Dalam menentukan pilihan teknologi tentu harus memperhatikan posisi geostrategis Indonesia sehingga pada saat mengimplementasikan 5G secara komersial di Indonesia, kita harus bisa memanfaatkan dengan baik untuk kepentingan kita. Karena 5G ini merupakan suatu revolusi, perubahan yang fundamental dari kehidupan digital,” jelas Johnny.
“Kita harus siapkan infrastrukturnya, kita harus siapkan frekuensinya. Kita memilih untuk teknologi yang tepat,” lanjutnya.