kumparan
16 Agustus 2018 7:28

8 Teknologi Canggih yang Dipakai saat Asian Games 2018

Asian Games 2018
Asian Games 2018. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
Sebagai tuan rumah Asian Games 2018, Indonesia tentu ingin tampil maksimal untuk memberi layanan dan fasilitas terbaik bagi para atlet di setiap pertandingan. Berbagai persiapan telah dilakukan mulai dari infrastruktur pembangunan hingga pemanfaatan teknologi.
ADVERTISEMENT
Aspek teknologi pada Asian Games ini saat diperhatikan. Ada beberapa teknologi canggih yang akan terlibat menyukseskan pesta olahraga terbesar di kawasan Asia ini.
Apa saja teknologi tersebut? Berikut daftarnya.
1. Teknologi proyektor canggih
Saat upacara pembukaan Asian Games yang berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta pada 18 Agustus nanti, akan menggunakan teknologi proyektor dan lampu tata pencahayaan serba canggih.
Proyektor tersebut akan membantu menampilkan konsep keindahan alam dan keragaman budaya Tanah Air. Suguhan gunung yang indah dengan 12.775 tanaman dan bunga menghiasi area seluas 1.350 meter persegi. Ada pula air terjun dengan 140.000 liter air melengkapi bentangan rumput hijau sepanjang 3.000 meter persegi.
Konsep pembukaan Asian Games 2018.
Konsep gunung dan air terjun di pembukaan Asian Games 2018. (Foto: (ist.))
ADVERTISEMENT
2. Teknologi sistem ticketing
Untuk mengantisipasi adanya tiket palsu dan maraknya calo tiket, Indonesia Asian Games 2018 Organizing Committee (INASGOC) selaku penyelengara Asian Games 2018 menerapkan sistem e-ticketing. Tiket yang dijual bukan dalam bentuk fisik melainkan e-voucher yang dilengkapi dengan QR code.
Tiket yang yang sudah dibeli dapat ditukar di lokasi dengan thermal ticket (tiket fisik) atau wristband ticket. Untuk mengantisipasi adanya calo tiket, INASGOC menerapkan peraturan bahwa pendaftar harus menggunakan kartu tanda penduduk (KTP) atau surat izin mengemudi (SIM).
Ilustrasi tiket
Ilustrasi tiket (Foto: Pexels)
3. CCTV pengenalan wajah
Faktor keamanan menjadi yang terpenting di ajang Asian Games 2018. Salah satu teknologi yang digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan adalah penggunaan CCTV (Closed-circuit Television) dilengkapi teknologi pengenal wajah di seluruh ibu kota.
ADVERTISEMENT
Pemprov DKI Jakarta akan meningkatkan CCTV yang ada, dan dilengkapi dengan aplikasi yang bisa memprediksi berdasarkan face recognition, bukan hanya di venue Asian Games, sehingga dapat mengenali orang-orang yang mencurigakan.
Ilustrasi CCTV di jalan
Ilustrasi CCTV di jalan. (Foto: Helmi Afandi/kumparan)
4. Kamera hawk eye
Untuk membuat pertandingan bulutangkis semakin menarik di Asian Games, kali ini akan dilengkapi dengan teknologi kamera hawk eye atau mata elang. 45 kamera hawk eye telah terpasang di Istora Senayan sebagai venue bulutangkis.
Adanya teknologi kamera hawk eye dapat membantu wasit dan hakim garis melihat lintasan shuttlecock dari berbagai sudut pandang yang berbeda.
Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta di Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018
Pebulu tangkis Indonesia Della Destiara Haris dan Rizki Amelia Pradipta pada Turnamen Bulu Tangkis Blibli Indonesian Open 2018 di Istora Senayan, Jakarta, Selasa (3/7). (Foto: Irfan Adi Saputra/kumparan)
5. Jaringan 5G
Pengunjung kawasan Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) selama Asian Games dapat menikmati layanan jaringan 5G yang sudah diuji oleh operator seluler, Telkomsel, selaku Official Mobile Partner.
ADVERTISEMENT
Direktur Jaringan Telkomsel, Bob Apriawan, mengatakan bahwa jaringan 5G untuk uji coba di Asian Games ini beroperasi di spektrum 28 GHz dan memiliki kecepatan 16 Gbps dan beratus-ratus kali lipat lebih cepat dibanding jaringan 4G.
Ada beberapa uji coba teknologi menggunakan jaringan 5G, di antaranya adalah Future Driving alias remote control mobil mainan dengan menggunakan teknologi virtual reality (VR). Kemudian Cycling Everywhere yang menunjukkan pengalaman bersepeda dengan layar besar.
Ilustrasi Internet 5G
Ilustrasi Internet 5G. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
6. Bus tanpa sopir
Masih berhubungan dengan uji coba teknologi jaringan 5G dari Telkomsel, bertempat di kawasan GBK juga ada bus otonom atau bus yang dapat berjalan tanpa supir.
Pabrikan yang menciptakan mobil tanpa supir tersebut adalah Navya, perusahaan kendaraan otonom asal Prancis. Mobil ini bisa menampung hingga 15 penumpang dengan desain yang modern.
Mobil Otonom Telkomsel di Asian Games 2018
Mobil otonom Telkomsel di Asian Games 2018. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
ADVERTISEMENT
7. Teknologi keamanan siber
Setiap perhelatan besar seperti Asian Games pasti ada kerentanan soal keamanan siber. Maka dari itu Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) turut membantu mengamankan jalannya Asian Games 2018.
BSSN mendukung pelaksanaan Asian Games 2018 melalui pengamanan teknologi informasi dan komunikasi pendukung Asian Games. BSSN membentuk satuan tugas tanggap insiden keamanan siber yang bersinergi dengan berbagai unsur terkait pelaksana Asian Games untuk mengidentifikasi potensi ancaman dan kerentanan keamanan sistem teknologi informasi Asian Games dan melakukan upaya security continouos monitoring.
Keamanan siber
Ilustrasi keamanan siber. (Foto: TheDigitalWay (CC0 Public Domain))
8. Teknologi modifikasi cuaca
Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) menerapkan teknologi modifikasi cuaca untuk menjaga Asian Games tetap berjalan lancar dan terhindar dari gangguan asap yang diakibatkan kebakaran hutan dan lahan.
ADVERTISEMENT
Teknologi ini digunakan di Sumatera Selatan untuk membasahi lahan gambut agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan. Penyemaian sudah pernah dilakukan sejak 16 Mei sampai 9 Juni, dan akan dilanjutkan lagi mulai 30 Juli hingga September mendatang.
Itulah sejumlah teknologi keren yang digunakan selama Asian Games 2018 berlangsung yang dimulai sejak 18 Agustus hingga 2 September 2018.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan