kumparan
13 Januari 2020 8:06

Artis Korea Kena Hack Berantai, Keamanan Smartphone Samsung Disorot

Logo Samsung
Logo Samsung. Foto: REUTERS/Dado Ruvic
Keamanan smartphone Samsung tengah menjadi sorotan di negara asalnya, Korea Selatan. Sebabnya, sekitar sepuluh artis dari negeri gingseng tersebut mengalami peretasan, di mana semuanya sama-sama memakai perangkat yang diproduksi Samsung.
ADVERTISEMENT
Peretas diduga berhasil mencuri data pribadi para selebritas yang terdapat di layanan Samsung Cloud, mulai dari foto, video, hingga pesan teks.
Setelah berhasil mengambil alih data pribadi tersebut, peretas meminta uang dari korban mereka. Adapun jika para selebriti ini tidak mau membayar, peretas mengancam akan membuka informasi pribadi mereka.
Sebagian besar korban tampaknya mengamini permintaan hacker tersebut, kecuali Joo Jin-mo. Karena, cuplikan pesan pribadi milik aktor berusia 45 tahun itu berhasil disebar oleh peretas ke publik.
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker Foto: Thinkstock
Kasus peretasan yang menerpa figur publik ini pun menjadikan masyarakat Korea Selatan yang khawatir dengan celah keamanan smartphone Samsung.
Polisi melakukan penyelidikan kasus tersebut untuk melacak peretas dan mencari tahu metode yang digunakan dalam menjalankan aksinya.
ADVERTISEMENT
Samsung telah buka suara dengan kasus hack berantai ini. Raksasa teknologi asal Korea Selatan itu mengklaim bahwa peretasan yang terjadi disebabkan oleh berhasilnya peretas untuk mencuri ID dan kata sandi akun selebritas.
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi enkripsi. Foto: Thinkstock
Menurut Samsung, pencurian ID dan kata sandi itu dimungkinkan karena pengguna cenderung menggunakan ID dan kata sandi yang sama untuk berbagai situs web. Mereka juga menolak bahwa peretasan ini berasal dari kelemahan internal sistem keamanan Samsung Cloud.
"Kami berasumsi bahwa ID dan kata sandi beberapa pengguna telah dicuri dan digunakan secara ilegal," kata Samsung, menurut laporan The Korea Times, Minggu (12/1). "Informasi yang disimpan di Samsung Cloud dijaga dengan aman sesuai dengan sistem manajemen informasi pribadi kami."
“Kami menyarankan pengguna untuk tidak menggunakan ID dan kata sandi yang sama dengan yang digunakan untuk login akun lain. Kami juga menyarankan pengguna untuk sering mengubah ID dan kata sandi Samsung Cloud,” pungkas Samsung.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan