Kumparan Logo

Grab Angkat Bicara soal Rencana Aturan GrabWheels di Jakarta

kumparanTECHverified-green

comment
9
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Grab Foto: Reuters
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Grab Foto: Reuters

Layanan penyewaan skuter listrik, GrabWheels, tengah menjadi sorotan belakangan ini menyusul kecelakaan yang terjadi pada Minggu (10/11) di kawasan fX Sudirman, Jakarta Pusat. Empat pengguna GrabWheels mengalami cedera dan dua lainnya meninggal dunia akibat ditabrak mobil Camry.

Akibat peristiwa itu, Dinas Perhubungan DKI Jakarta berencana membuat regulasi alat mobilitas pribadi yang mencakup sepeda, skuter listrik, skateboard, roller skate dan sejenisnya. Menanggapi rencana tersebut, Grab menyambut baik adanya aturan tentang penggunaan skuter listrik, seperti layanan GrabWheels milik mereka.

"Kami mendukung rencana pemerintah untuk membuat peraturan yang dapat melindungi keamanan pengguna dan kesejahteraan mitra yang memungkinkan Grab untuk melayani kebutuhan masyarakat Indonesia secara efektif," ujar Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, dalam siaran pers yang diterima kumparan, Jumat (15/11).

Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata. Foto: Astrid Rahadiani/kumparan

Grab menganggap penggunaan skuter listrik seperti GrabWheels bisa berperan penting dalam mengembangkan ekosistem kendaraan listrik, dan mewujudkan inovasi transportasi yang terintegrasi, moda transportasi first-and last mile, serta dapat mengurangi polusi udara.

"Kami akan terus menjalankan dan mengembangkan berbagai standar keselamatan yang sudah menjadi bagian dari layanan GrabWheels sejak awal demi keamanan dan kenyamanan seluruh pihak," jelas Ridzki.

Sebenarnya, Grab telah memberikan tata cara untuk menggunakan GrabWheels dengan benar. Seperti, masyarakat wajib mengenakan helm dan sepatu, serta tidak untuk digunakan pada anak berusia di bawah 18 tahun. Grab juga telah menyediakan manajer stasiun di jembatan penyeberangan orang (JPO) untuk mencegah penggunaan GrabWheels di JPO.

Layanan sewa skuter listrik GrabWheels dari Grab. Foto: Bianda Ludwianto/kumparan

Insiden kecelakaan yang menewaskan pengguna GrabWheels sendiri bermula ketika enam anak muda, yaitu Ammar Nawwar, Wisnu, Ajay, Wulan, Bagus, serta Wanda, bermain skuter milik Grab tersebut pada Minggu (10/11) dini hari.

Saat itu, Ammar, Bagus, dan Wisnu posisinya sedang berada di belakang teman-temannya. Namun, tiba-tiba ketiganya ditabrak dari belakang oleh mobil Camry yang dikemudikan DH. Bagus mengalami luka-luka, sementara kedua temannya Ammar dan Wisnu meninggal dunia.

Setelah terjadinya kecelakaan itu, terpantau layanan GrabWheels di fX Sudirman sudah tidak ada, tepatnya sejak Kamis (14/11).