kumparan
11 November 2019 17:43

Hacker Berlomba Retas Samsung Galaxy S10, Berhasil 2 Kali

PTR, Samsung Galaxy S10 terbaru
Samsung Galaxy S10 terbaru. Foto: REUTERS/Henry Nicholls
Salah satu smartphone Samsung, Galaxy S10, baru-baru ini berhasil diretas oleh sebuah tim hacker. Tidak hanya sekali, ponsel premium Samsung tersebut berhasil dibobol dalam dua cara yang berbeda.
ADVERTISEMENT
Aksi peretasan Samsung Galaxy S10 dilakukan oleh tim hacker bernama Team Fluoroacetate, yang terdiri dari peneliti keamanan siber bernama Richard Zhu dan Amat Cama. Mereka menunjukkan kebolehannya tersebut dalam kompetisi peretasan Pwn2Own yang dilangsungkan pada awal November 2019.
Pwn2Own sendiri merupakan kompetisi peretasan yang diselenggarakan sejak 2007 dan sekarang diadakan dua kali dalam setahun. Dalam kompetisi ini, para keamanan siber ternama di seluruh dunia berlomba-lomba untuk menunjukkan kelemahan perangkat tertentu. Nantinya, mereka kemudian akan merekomendasikan kelemahan tersebut kepada perusahaan terkait untuk diperbaiki.
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi Hacker Foto: Thinkstock
Galaxy S10 memiliki riwayat panjang mengenai kelemahan fitur sensor sidik jari. Pada Oktober 2019 lalu, misalnya, seorang pasangan suami istri di Inggris menemukan bahwa sensor tersebut tidak berfungsi setelah mereka mengganti kaca pelindung ponsel yang baru.
ADVERTISEMENT
Menariknya, Team Fluoroacetate tidak meretas Galaxy S10 melalui cara tersebut. Justru keduanya berhasil melakukan tingkat peretasan yang lebih tinggi.
Pertama, mereka berhasil mengeksploitasi modem Galaxy S10. Dengan eksploitasi tersebut, mereka dapat menempatkan file dan malware secara sewenang-wenang ke dalam smartphone.
Kedua, mereka juga berhasil mengeksploitasi fitur NFC yang ada di ponsel tersebut. Hasilnya, tim ini berhasil mengambil foto yang ada di Galaxy S10.
Smartphone Samsung Galaxy S10
Smartphone Samsung Galaxy S10. Foto: Henry Nicholls/Reuters
Dengan dua peretasan tersebut, Team Fluoroacetate berhak membawa uang 80.000 dolar AS (sekitar Rp 1,1 miliar) dan gelar ‘Master of Pwn’. Adapun Samsung sampai saat ini masih belum memberikan komentar atas aksi yang dilakukan Team Fluoroacetate.
Ini bukan kali pertama Team Fluoroacetate berhasil menjuarai Pwn2Own. Di acara Pwn2Own sebelumnya, yang diadakan pada akhir Maret 2019, tim ini berhasil meretas browser Apple Safari, Microsoft Edge, Mozilla Firefox, hingga sistem infotainment mobil Tesla Model 3.
ADVERTISEMENT
Karena pencapaian mereka tersebut, Team Fluoroacetate berhak menyandang gelar ‘Master of Pwn’, dan membawa pulang uang 375.000 dolar AS (sekitar Rp 5,3 miliar) beserta mobil Tesla Model 3 yang berhasil mereka retas.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan