Indonesia Berhasil Pertahankan 3 Slot Orbit Satelit

Indonesia menjadi salah satu negara yang diundang dalam acara World Radiocommunications Conference (WRC) 2019 yang berlangsung di Mesir pada 28 Oktober hingga 22 November 2019. Dalam konferensi itu, Indonesia berhasil meyakinkan anggota WRC 2019 untuk memperpanjang masa penggunaan tiga slot orbit satelit Indonesia.
Tiga slot orbit satelit yang berhasil dipertahankan adalah 146 BT yang saat ini diisi oleh PSN-146E, 123 BT oleh Garuda-2, dan 113 BT oleh Palapa-C1-B.
Menurut Dirjen Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Ismail, ketiga slot tersebut mengalami kendala. Durasi penggunaan slot satelit ini akan berakhir dalam waktu dekat, sementara pemerintah belum sanggup meluncurkan penggantinya.
"Kemarin kami memperjuangkan sehingga waktu dari peluncuran itu dapat di-extend, rata-rata sampai tiga tahun ke depan, 2023-2024," kata Ismail, di sela acara forum Embarking 5G di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (27/11).
Ismail menjelaskan, Indonesia sukses meyakinkan negara lain di WRC 2019 karena satelit merupakan kebutuhan utama negara. Dengan satelit, pemerintah bisa menyediakan akses telekomunikasi dan internet untuk kepentingan masyarakat.
"Kita sampaikan ini kebutuhan sarana pendidikan, kesehatan, nasional, dan seterusnya, ini dibutuhkan satelit. Reason itu bisa diterima negara lain sehingga bisa mencukupi extend satelit Indonesia," jelas Ismail.
Slot Palapa-C1-B nantinya akan digunakan untuk menempatkan satelit Nusantara Dua, yang rencananya diluncurkan pada 2020. Sementara tempat PSN-146E akan dipakai untuk menempatkan satelit Satria milik Bakti Kominfo yang meluncur pada 2023.
Terakhir, Garuda-2 bakal diisi oleh satelit penyedia layanan telepon satelit yang diluncurkan pada 2024.
Jika Indonesia gagal mendapat persetujuan perpanjangan masa penggunaan ketiga slot orbit tersebut, maka Indonesia tidak dapat menempatkan satelit barunya.
"Slot orbit kita kaya order kavling. Itu ada urutannya, ada major minor. Kalau dilepas, maka (negara di urutan) lapis dua yang naik ke major (prioritas). Kita kan major terhadap tiga satelit itu. Kalau kita lepas tidak berhasil meluncur, maka yang lapis dua naik menjadi major," ucapnya.
Di WRC 2019, Indonesia diwakilkan oleh Kominfo, Kedutaan Besar Indonesia untuk Mesir, Kementerian Perhubungan, LAPAN, operator satelit nasional, serta operator seluler nasional.
