kumparan
search-gray
Tekno & Sains17 Juni 2019 15:28

Seorang Ibu Temukan Pesan Seks di Game Fortnite

Konten Redaksi kumparan
Fortnite
Fortnite, gim 'Battle Royale' yang fenomenal itu. Foto: BARTOSZ SIEDLIK / AFP
Pendampingan orang tua tetap dibutuhkan ketika anak bermain game, baik itu game di konsol, PC, dan perangkat mobile. Karena, tidak menutup kemungkinan sang anak menemukan konten, atau bahkan pesan tak pantas di game.
ADVERTISEMENT
Seperti yang terjadi pada seorang ibu asal Birkenhead, Inggris, yang menemukan pesan tak senonoh di game battle royale Fortnite, saat buah hatinya yang berusia 5 tahun sedang bermain. Pesan tersebut tertulis di sebuah papan bertuliskan ‘Please sex’.
Teks 'Please sex' ditemukan oleh seorang ibu ketika mendampingi anaknya bermain game Fortnite
Teks 'Please sex' ditemukan oleh seorang ibu ketika mendampingi anaknya bermain game Fortnite. Foto: Melissa Burns via Facebook
Sang ibu bernama Melissa Burns, membagikan pengalaman tidak menyenangkan itu lewat sebuah video yang ia posting di Facebook. Ia mengimbau para orang tua untuk berhati-hati terhadap apa yang dilihat anak-anak di video game.
"Semuanya, harap selalu memeriksa apa yang sedang dimainkan anak-anak. Di permainan Fortnite ditemukan kata-kata yang tidak pantas. Bisa jadi anak-anak yang menulisnya, bisa juga orang dewasa," tulisnya.
Sementara pada posting-an lain, Melissa kembali menangkap kata-kata dewasa lainnya, seperti 'wet' dan 'sex’. Ada juga bahasa tubuh dari karakter game pemain yang tidak senonoh.
ADVERTISEMENT
Melissa sendiri selalu mengawasi anaknya saat bermain game online, sehingga bisa langsung memblokir pengguna tersebut dari platform. Ini menunjukkan betapa pentingnya peran orang tua dalam memantau apa yang anak lihat di video game.
Fortnite yang dikembangkan oleh Epic Games, telah memiliki 46 juta pengguna di dunia. Banyak di antara mereka masih berusia muda. Padahal, usia yang disarankan ialah remaja hingga dewasa mulai 15 tahun ke atas.
Psikolog Dr. Philip Tam, mengingatkan agar orang tua selalu memantau dan mendampingi anak ketika bermain game atau mengakses media sosial. Satu hal yang umum dijumpai jika terlalu lama bermain game, adalah efek pada kehidupan dunia nyata yang mengganggu pola tidur atau aktivitas di sekolah.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan
sosmed-whatsapp-white
sosmed-facebook-white
sosmed-twitter-white
sosmed-line-white