kumparan
24 Mei 2017 14:40

Smartfren: Kami Beri Layanan 4G LTE dan Perlahan Tinggalkan CDMA

Kantor pusat Smartfren di Jalan Sabang, Jakarta.
Kantor pusat Smartfren di Jalan Sabang, Jakarta. (Foto: Jofie Yordan/kumparan)
Perusahaan telekomunikasi Smartfren terlahir sebagai operator seluler dengan teknologi Code Division Multiple Access (CDMA). Hingga kini, masih banyak masyarakat yang menandang operator seluler ini masih memberi CDMA, namun pada kenyataannya Smartfren telah mengusung teknologi yang lebih maju dari itu. Sejak tahun 2015, Smartfren telah mengadopsi teknologi Internet mobile generasi keempat Long Term Evolution (4G LTE) yang memberi layanan jauh lebih baik. Di sektor data, kecepatan Internet dengan teknologi 4G LTE bisa memberi akses unduh dan unggah yang lebih cepat. Jaringan 4G LTE Smartfren bisa disandingkan dengan perangkat mobile router Wi-Fi alias Wi-Fi, sampai dengan ponsel pintar berbasis Android dan iOS. Walau telah mengusung teknologi canggih 4G LTE, tetapi itu tidak serta-merta mereka mematikan layanan CDMA yang masih memiliki jumlah pengguna cukup besar di jaringan Smartfren. Vice President Technology Relations and Special Project Smartfren, Munir Syahda Prabowo, mengatakan pihaknya akan secara perlahan meninggalkan teknologi CDMA. "Bagi masyarakat Smartfren itu masih CDMA. Saya tegaskan, bahwa Smartfren sekarang itu bukan hanya CDMA. Kami tidak melanjutkan lagi CDMA yang membuat kami sejajar dengan yang lain," ujar Munir di Yogyakarta, Selasa (23/5). Baca juga: Smartfren Tambah Kapasitas Hadapi Lonjakan Data di Jalur Mudik Saat ini, jaringan CDMA dari Smartfren hanya tersisa di pulau Jawa karena masih ada pelanggan yang memakainya. Sementara di pulau Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi, sudah dimatikan. "Jadi kita bukan hanya CDMA, tapi double, menggunakan CDMA juga LTE. Kami tidak bisa memotong CDMA begitu saja, harus tetap dilayani juga. Kami minta masyarakat untuk migrasi secara bertahap, dimulai dengan paket data 4G yang kami tawarkan," jelas Munir. Jaringan CDMA Smartfren masih digelar pada spektrum frekuensi 850 MHz. Sementara untuk menggelar layanan data 4G LTE, Smartfren memanfaatkan sumber daya di spektrum 2.300 MHz. Pada akhir tahun lalu, Smartfren telah mengembalikan spektrum frekuensi 1.900 MHz ke negara yang dimanfaatkan anak usaha Sinar Mas ini untuk jaringan CDMA. Baca juga: Menkominfo: 5G Bakal Ubah Gaya Hidup Kita
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan