Kumparan Logo

4 Tempat Wisata Bersejarah di Solo yang Menarik Dikunjungi

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11).  Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha
zoom-in-whitePerbesar
Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Surakarta atau Solo menjadi salah satu kota di Jawa Tengah yang kental dengan peninggalan sejarah dan budaya Jawa. Tak heran, jika kota ini dibanjiri tempat-tempat bersejarah yang menarik untuk dikunjungi wisatawan.

Ada banyak nilai historis yang bisa kamu temukan di sini, mulai dari barang-barang antik, bangunan, hingga peninggalan lainnya. Selain kental dengan tempat bersejarahnya, Solo juga terkenal dengan destinasi wisata alam dan kulinernya yang lezat dan menggugah selera.

Kota kelahiran Joko Widodo ini pun terkenal dengan ragam batiknya yang memiliki motif khas. Untuk semakin mengenal ragam wisata sejarah, berikut Kumparan rangkum rekomendasi wisata bersejarah di Solo. Simak ulasannya!

1. Keraton Surakarta

Abdi dalem Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat mengarak gunungan menuju Masjid Agung pada perayaan Grebeg Sekaten 2019 di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (9/11). Foto: ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Wisata yang wajib kamu kunjungi ketika datang ke Solo yang pertama adalah Keraton Surakarta, yang berlokasi di Baluwarti, Pasar Kliwon, Kota Solo. Di sini, kamu akan temukan sisa-sisa sejarah yang disimpan di museumnya.

embed from external kumparan

Beberapa peninggalan tersebut di antaranya, benda antik, senjata pusaka, gamelan hingga perlengkapan anggota Keraton. Jika ingin berkunjung ke Keraton Surakarta, silakan untuk datang mulai pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat.

embed from external kumparan

2. Pasar Antik Triwindu

Barang-barang antik yang dijual di Pasar Triwindu, Solo, Jawa Tengah Foto: Selfy Momongan

Jika kamu sedang mencari barang-barang antik, datang ke Pasar Antik Triwindu adalah hal yang tepat. Karena, di sini kamu akan menemukan ragam barang antik maupun baju-baju antik yang bisa dijadikan pajangan atau tambahan koleksi barang antikmu.

Lokasinya berada di Ngarsopuro, Jl. Diponegoro, Keprabon, Kec. Banjarsari, Kota Surakarta. Jam operasional pasar ini mulai pukul 09.00 hingga 15.00 waktu setempat.

3. Benteng Vastenburg

Benteng Vastenburg, Surakarta Foto: Shutter Stock

Selanjutnya adalah Benten Vastenburg yang berlokasi di Kedung Lumbu, Pasar Kliwon, Surakarta, Jawa Tengah. Bangunan yang telah ada sejak 1745 ini merupakan salah satu bangunan peninggalan Belanda yang ada di Kota Solo.

Bangunan banteng ini memiliki keunikan tersendiri, dari bentuknya seperti kerucut jika dilihat dari udara. Arsitekturnya pun sangat khas, mirip seperti bangunan di Eropa. Bagian depannya pun masih terdapat sebuah parit untuk menahan laju musuh pada masa itu.

embed from external kumparan

4. Museum Keris Nusantara

embed from external kumparan

Satu lagi wisata bersejarah yang wajib kamu kunjungi adalah Museum Keris Nusantara yang berlokasi di Jalan Bhayangkara No. 2, Sriwedari, Laweyan, Kota Solo. Di sini kamu akan temukan beragam keris dengan berbagai jenis dan ukuran.

Bangunan museum ini terdiri dari empat lantai. Di lantai pertama terdapat papan informasi dan kamu diperuntukkan untuk mengisi absensi. Lanjut ke lantai dua, kamu akan menemukan informasi mengenai keris

embed from external kumparan

Kemudian di lantai tiga, kamu akan diperlihatkan sebuah video proses pembuatan keris dan jika ingin melihat ragam koleksi keris, bisa kamu temukan di lantai paling atas.

Selain mengoleksi berbagai jenis keris, di sini juga terdapat beberapa senjata-senjata tradisional dari daerah-daerah lain di Indonesia.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).

***

Laporan Rani Nuraeni Khairunisa