kumparan
15 Juni 2018 12:55

5 Destinasi Wisata yang Wajib Dikunjungi Kala Mudik ke Sukabumi

Wisata Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu Foto: Antara/Novrian Arbi
Mudik ke kampung halaman di masa Lebaran memang menjadi salah satu 'ritual' yang wajib dilakukan. Jika kamu salah satu di antaranya, ada baiknya jika di sela-sela mudikmu, kamu menyempatkan diri untuk berjalan-jalan.
ADVERTISEMENT
Bagi kamu yang berencana mudik ke Kota Sukabumi, kumparanTRAVEL telah merangkum berbagai destinasi menarik di Jawa Barat ini. Yuk, simak.
1. Geopark Ciletuh
Loading Instagram...
Kawasan wisata taman alam batuan di Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini menawarkan berbagai lanskap indah. Mulai dari curug seperti Curug Awang, Curug Cimarinjung, Curug Puncak Manik, pulau-pulau kecil yang bisa dikunjungi, sawah, sungai, hingga pantai bisa kamu temukan di sini.
Loading Instagram...
Misalnya saja Pantai Cimaja yang terkenal karena sering jadi lokasi surfing wisatawan mancanegara. Karena keindahannya, Geopark Ciletuh bahkan telah diakui sebagai salah satu warisan dunia oleh UNESCO sebagai UNESCO Global Geopark sejak April lalu. Terbentang seluas 126.100 hektare, Geopark Ciletuh punya spot wisata yang Instagramable banget, lho.
ADVERTISEMENT
2. Kampung Ciptagelar
Seren Taun Ciptagelar (Foto: Jhony Hutapea)
Kampung adat yang berada di kawasan pedalaman Gunung Halimun-Salak merupakan bagian dari kawasan Taman Nasional Gunung Halimun. Bernama lengkap Kampung Gede Kasepuhan Cipta Gelar, kampung ini berdiri sejak tahun 1368.
Ciptagelar (Foto: Flickr/Erwin Gumilar)
Berdiri di ketinggian 1050 meter di atas permukaan laut, Kampung Ciptagelar memegang teguh adat dan budaya yang mereka miliki hingga saat ini.
Penduduknya hidup dengan menggunakan bangunan tidak permanen, bercocok tanam secara tradisional, dan menjaga tradisi dengan harapan mampu menyeimbangkan dan menjaga alam. Traveling ke tempat ini pasti membuatmu semakin menghargai alam dan budayanya.
3. Situ Gunung
Sampan di Situ Gunung. (Foto: Flickr/dyadinda)
Merupakan salah satu destinasi favorit para fotografer Indonesia, danau Situ Gunung berada di Kecamatan Kadu Dampit, Sukabumi. Berada di kawasan Gunung Gede Pangrango, Situ Gunung berjarak sekitar 15 kilometer dari pusat kota.
Danau Situ Gunung (Foto: Flickr/Ferry's Art Work)
Kamu bisa menikmati suasana tenang dan teduh di danau ini. Selain karena dikelilingi hutan pinus, airnya yang tenang dan sepoi angin bisa kamu nikmati sembari berkeliling dengan sampan.
ADVERTISEMENT
4. Gunung Gede Pangrango
Gunung Pangrango. (Foto: Flickr/Jean Guibolle)
Setelah danau, geopark, dan kampung adat, Sukabumi masih menyimpan keindahan lain yaitu gunung. Gunung yang terbentang di tiga kabupaten yaitu Bogor, Cianjur dan Sukabumi ini bernama Gunung Gede Pangrango.
Memiliki ketinggian 2.750 meter di atas permukaan laut, Gunung Gede Pangrango menyimpan tiga kawah aktif yang tak kalah menarik, yaitu Kawah Wadon, Kawah Ratu, dan Kawah Lanang.
Jembatan gantung di TN Gunung Gede Pangrango. (Foto: Muhammad Lutfan Darmawan/kumparan)
Untuk mendaki ke gunung ini, terdapat beberapa jalur yang bisa kamu pilih. Misalnya jalur Gunung Putri di Cipanas, jalur Salabintana di Sukabumi, atau Jalur Cibodas. Pemandangannya yang indah dan suasana yang sejuk bisa kamu nikmati sembari menunggu matahari terbit.
5. Gua Buniayu
Zona Abadi Gua Buniayu. (Foto: Flickr/kokouw)
Destinasi wisata ini berada di dalam perut bumi. Sesuai dengan namanya, 'Buni' yang berarti tersembunyi, dan 'Ayu' yang berarti cantik, gua ini dikenal memiliki keindahan yang alami. Dikenal juga sebagai Gua Cipicung, Gua Buniayu pernah menjadi lokasi syuting film 'Si Buta dari Goa Hantu'.
Gua Buniayu. (Foto: Flickr/Ferdinand Teguh)
Meski terdengar menyeramkan, Gua Buniayu menawarkan pemandangan yang indah lewat stalaktit, stalakmit, flow stone, garundam, dan berbagai ornamen hasil proses alam lainnya. Memiliki luas area 10 hektare, mengeksplorasi Gua Buniayu butuh kesabaran dan rasa hati-hati. Banyaknya jalan yang licin dan terjal menjadikan jalanan di gua ini cukup rawan.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan