Airbnb Beri Penginapan Gratis untuk Pengungsi Afghanistan di Seluruh Dunia
ยทwaktu baca 2 menit

Setelah dievakuasi Taliban, warga Afghanistan berbondong-bondong mengevakuasi diri ke sejumlah negara. Untuk memberikan keamanan, platform akomodasi online Airbnb, mengungkapkan akan menampung sementara 20.000 pengungsi Afghanistan di seluruh dunia secara gratis.
CEO Airbnb, Brian Chesky, mengatakan bahwa para pengungsi Afghanistan akan diberi tempat tinggal sementara di properti yang sudah terdaftar di platform Airbnb secara gratis. Chesky mengatakan bahwa langkah itu sebagai tanggapan terhadap salah satu krisis kemanusiaan terbesar di dunia.
''Saat puluhan ribu pengungsi Afghanistan bermukim kembali di seluruh dunia, tempat mereka tinggal akan menjadi babak pertama dalam kehidupan baru mereka. Untuk 20.000 pengungsi ini, harapan saya adalah komunitas Airbnb akan memberi mereka tidak hanya tempat yang aman untuk beristirahat dan memulai dari awal, tetapi juga sambutan hangat di rumah,'' kata Chesky, dalam cuitannya di Twitter.
Ia juga mendesak pengelola bisnis lain untuk memberikan dukungan segera untuk para pengungsi Afghanistan. Chesky mengatakan bahwa layanan itu tengah dipersiapkan dengan organisasi non-pemerintah di setiap negara untuk membantu kebutuhan paling mendesak saat ini.
Namun, tidak jelas berapa lama perusahaan ini akan menampung sementara para pengungsi Afghanistan. Namun, bos Airbnb itu mengatakan akan berkolaborasi dengan lembaga dan mitra pemukiman untuk mengembangkan dukungannya.
Dalam cuitannya, Chesky menyebut bahwa biaya penginapan akan didanai melalui kontribusi dari Airbnb dan uang pribadinya, serta donor untuk Dana Pengungsi Airbnb.org.
"Pemindahan dan pemukiman kembali pengungsi Afghanistan di AS dan di tempat lain adalah salah satu krisis kemanusiaan terbesar di zaman kita," kata Chesky.
Perusahaan itu menyatakan bahwa selama akhir pekan terakhir ini, Airbnb berhasil menempatkan 165 pengungsi Afghanistan di tempat tinggal yang aman tak lama setelah mendarat di AS.
Pejabat AS mengatakan pada Senin (23/8), bahwa dalam beberapa hari terakhir 48.000 orang telah dievakuasi dari Bandara Kabul, Afghanistan. Sementara, ada ribuan orang masih tertinggal di negara yang kini dikuasai Taliban.
Sebagian besar yang dievakuasi adalah warga Afghanistan yang takut dengan kelompok esktremis Taliban. Sementara, hampir 4.000 orang Amerika telah dievakuasi.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
