Alasan di Balik 4 Warna Paspor di Dunia: Agama Hingga Politik

Selain tiket pesawat, paspor juga menjadi barang penting yang harus dibawa wisatawan saat hendak bepergian ke luar negeri. Pasalnya, paspor menjadi salah satu dokumen untuk masuk ke sebuah negara.
Namun, meski begitu, sampul paspor semua negara di dunia pada dasarnya hanya terdiri dari empat warna utama, yaitu merah, biru, hijau, dan hitam. Sebenarnya, tidak ada aturan khusus mengenai warna yang diterapkan pada paspor di setiap negara.
Dilansir Mentalfloss, Organisasi Penerbangan Sipil Internasional (ICAO) hanya membuat regulasi yang mengatur tentang jenis huruf, ukuran, dan font untuk paspor yang dapat dibaca di machine readable travel documents atau MRTD yang ada di pintu-pintu imigrasi tiap negara.
Tak hanya itu, setiap paspor juga mesti terbuat dari bahan yang tidak mudah kusut atau tertekuk. Bahkan, setiap paspor harus bisa tahan pada mesin dengan suhu mulai dari -10 hingga 50 derajat celsius, dengan kelembaban udara relatif mulai dari 5 hingga 95 persen.
"Tidak ada yang menentukan warna sampulnya, setiap negara bisa memilih warna apa saja yang ada di buku Pantone," ungkap Anthony Philbin, Chief Communications Officer ICAO.
Lalu, kenapa hanya ada empat warna paspor di dunia?
Rupanya, warna paspor mencerminkan kategori negara tertentu. Warna paspor juga dipengaruhi kondisi politik, agama, dan geografis sebuah negara. Itulah mengapa warna paspor mencerminkan identitas negara, termasuk Indonesia.
"Dan yang terutama karena paspor mencerminkan identitas nasional," ujar Hrant Boghossian, wakil presiden pemasaran Arto Capital, perusahaan yang menjalankan situs web Indeks Paspor.
Paspor biru misalnya, warna tersebut menajdi simbol bagi pemegangnya yang berasal dari negara-negara 'Dunia Baru'. Negara yang memegang warna paspor tersebut adalah Amerika Serikat, Amerika Tengah dan Selatan, Kanada, Hong Kong, negara di Kepulauan Pasifik dan sejumlah negara di Afrika.
Banyak negara memilih warna biru, merah, dan hijau yang lebih gelap. Meski sama, Boghossian juga mengatakan jika setiap negara punya paspor warna biru yang berbeda-beda. Misalnya Australia dengan warna biru gelap, sementara Fiji warnanya cenderung seperti biru langit.
Seperti paspor biru, paspor merah pun memiliki jenis warna yang bermacam-macam. Mulai dari oranye-merah seperti paspor Singapura hingga warna merah layaknya dokumen dari Siprus.
"Beberapa orang menyatakan bahwa memilih warna merah burgundy, karena ada sejarah komunis di masa lalu," kata Boghossian.
Biasanya negara Uni Eropa-lah yang memiliki warna burgundy pada paspornya. Namun, paspor Kroasia warnanya cenderung sangat pekat, bahkan hampir mirip hitam.
Selain itu, negara yang juga memegang paspor merah adalah Slovenia, China, Serbia, Rusia, Latvia, Romania hingga Polandia. Kemudian, sebagian besar negara Islam menggunakan paspor hijau, karena warna tersebut berhubungan dengan agama Islam, seperti Arab Saudi, Maroko, dan Pakistan.
"Sebagian besar negara Islam mengggunakan paspor hijau, karena pentingnya warna dalam agama mereka," ujar Boghossian.
Hijau diyakini menjadi warna favorit Nabi Muhammad dan dikaitkan dengan alam serta kehidupan. Warna hijau juga digunakan pada bendera nasional dari negara Islam, seperti Afghanistan dan Iran.
Selain itu, ada juga beberapa negara lainnya yang menggunakan paspor hijau, seperti Mesir, Indonesia, Vietnam, Meksiko, Nigeria, Zimbabwe dan Pantai Gading. Dahulu Amerika Serikat juga memiliki paspor hijau, tetapi pada tahun 1976 diubah menjadi biru
Terakhir adalah hitam. Negara yang memegang paspor berwarna hitam adalah Republik Bostwana, Zambia, dan Selandia Baru.
Paspor bersampul hitam tampak lebih elegan dan resmi. Selain itu, warna hitam biasanya digunakan untuk paspor diplomatik.
"Pemerintah di seluruh dunia memiliki kebebasan untuk memilih warna dan desain. Sayangnya, hanya sedikit yang memahami dokumen ini sebagai identitas negara mereka," ujar Boghossian.
Selain empat warna itu, ada juga negara yang memegang warna putih, seperti India dan Amerika Serikat. Namun, paspor ini tidak digunakan oleh seluruh penduduk di negara tersebut.
Di India, pemegang paspor putih hanya diberikan kepada mereka yang menjabat di pemerintahan saja. Sementara AS hanya untuk warga negaranya yang tinggal di luar negeri selama lebih dari satu tahun.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
