Kumparan Logo

Unik Banget, Gambar Bubble Tea Jadi Salah Satu Rancangan Desain Paspor Taiwan

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Paspor Taiwan. Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Paspor Taiwan. Foto: Shutter Stock

Legislator Partai Progresif Demokratik Chung Chia-pin baru saja mengumumkan tiga proposal desain untuk paspor Taiwan. Dilansir Taipei Times, Taiwan rupanya tengah berencana mengganti sampul paspor yang saat ini mereka pakai.

Pengumuman rancangan proposal desain itu dilakukan dalam sebuah pertemuan bersama Komite Pertahanan Nasional dan Anggota Legislatif Luar Negeri Yuan di Taipei.

Menariknya, di antara ketiga rancangan desain sampul paspor itu, satu di antaranya bergambar bubble tea. Ya, minuman milk tea dengan boba di dalamnya.

Minuman dengan boba (mutiara tapioka) itu berasal dari Taiwan. Pertama kali dibuat oleh Tu Tsong-he, pemilik Hanlin Teahouse dan menjadi sensasi di Asia pada tahun 1990. Kini Boba dikenal dan digemari banyak negara, termasuk negara di luar Asia.

X post embed

Dalam desain sampul bergambar bubble tea itu tertulis nama Taiwan Passport dalam dua bahasa, yaitu bahasa China dan Inggris. Dua desain lainnya memiliki gambar yang berbeda pula.

Desain kedua hampir mirip dengan yang saat ini digunakan penduduk Taiwan. Bedanya, tidak ada tulisan bahasa Inggris yang menerangkan asal negara paspor tersebut.

Sementara desain ketiga memperlihatkan peta pulau utama Taiwan yang menggantikan gambar lambang nasional. Lalu, ada tulisan Paspor Taiwan, baik dalam bahasa China maupun Inggris.

Resep Bubble Tea. Foto: Shutter Stock

Selain soal gambar, pertemuan ini juga membahas penggunaan kata China yang biasanya disematkan dalam paspor. Sebab, menurut Chung, ada banyak masalah yang diterima orang Taiwan ketika bepergian ke luar negeri. Hanya karena mereka dikira sebagai warga negara China.

Hal itu bukan bualan belaka. Direktur Jenderal Biro Urusan Konsuler Phoebe Yeh, juga mengatakan bahwa mereka menerima sekitar 10 keluhan per tahun.

Chung mengatakan bahwa ada banyak negara lainnya yang tak menuliskan nama negara dalam bahasa Inggris atau menyematkan simbol nasional dalam paspornya. Jerman dan Swiss adalah dua di antaranya.

Kedua negara ini hanya menggunakan bahasa Inggris untuk kata paspor. Sementara Prancis sama sekali tidak menggunakan bahasa Inggris dalam sampul paspornya.

Paspor Swiss Foto: Shutter Stock

Enggak cuma itu, negara Salvador di Spanyol juga sama. Mereka tidak menempatkan tulisan bahasa Inggris, hanya menggambarkan negara spanyol saja di sampulnya.

Hal yang sama juga dilakukan oleh Negara Guinea. Alih-alih menggunakan bahasa Inggris, mereka menggunakan bahasa Prancis dan menyematkan lambang Masyarakat Ekonomi Negara-negara di Afrika Barat.

Dari 156 negara yang tak menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar, 71 di antaranya tak menampilkan bahasa tersebut dalam paspornya. Di masa lalu pun, paspor pertama Taiwan juga hanya menggunakan huruf China saja.

Menurut UU Emblem Nasional atau Aturan Penegakan UU Paspor , tidak ada ketetapan bahwa paspor harus menampilkan lambang negara. Walau begitu, meski kementerian punya wewenang mengubah gambar sampul paspor, mereka tetap membutuhkan konsensus publik.

Wah, unik juga, ya, desain baru paspor Taiwan. Kalau kamu punya kesempatan desain paspor, mau bikin gambar apa?

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.