Kumparan Logo

Bangkok Akan Buka Pariwisata Mulai Oktober untuk Wisman yang Sudah Divaksin

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wisatawan mancanegara sedang mencari oleh-oleh di salah satu pasar tradisional di Bangkok. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan mancanegara sedang mencari oleh-oleh di salah satu pasar tradisional di Bangkok. Foto: Shutterstock

Kabar bahagia untuk traveler yang rindu berkunjung ke Thailand, khususnya Bangkok. Setelah menutup perbatasan satu tahun lebih karena pandemi COVID-19, Thailand kini berencana membuka kembali pariwisata pada Oktober mendatang.

Thailand akan kembali membuka perbatasannya sebagai usaha untuk menyelamatkan industri pariwisata yang dihantam pandemi COVID-19. Sebelum corona melanda, pariwisata menjadi penyumbang seperlima dari pendapatan nasional Thailand.

Namun, pembatasan perjalanan yang diberlakukan mengakibatkan wisatawan semakin berkurang, sehingga kinerja ekonomi menjadi yang terburuk dalam lebih dari 20 tahun terakhir. Meskipun akan kembali membuka perbatasannya, tetapi ada beberapa syarat yang harus dipenuhi wisatawan sebelum masuk ke Thailand, salah satunya adalah harus sudah divaksinasi secara penuh.

kumparan post embed
Wisatawan yang tengah berfoto di Tha Pae Gate, Thailand Foto: Shutter Stock

Nantinya, wisatawan asing yang sudah divaksinasi sepenuhnya dapat mengunjungi Bangkok dan empat provinsi lainnya, tanpa harus menjalani karantina. Sebelumnya, lima wilayah di Thailand, yaitu Chiang Mai, Chon Buri, Phetchaburi, serta Prachuap Khiri Khan, sudah mulai diuji coba untuk dibuka pariwisatanya sejak Juli lalu.

Selain itu, pada Oktober, 21 destinasi wisata lainnya akan ditambahkan ke daftar liburan, termasuk Chiang Rai, Sukhothai, dan liburan tepi laut popular, Rayong. Namun, semua rencana ini belum bisa dipastikan sepenuhnya karena gelombang ketiga COVID-19 di Thailand belum sepenuhnya mereda.

Sementara itu, Inggris dan Amerika Serikat telah memperingatkan agar tidak bepergian ke Thailand, karena meningkatnya jumlah kasus dan tingkat vaksinasi yang rendah. Baru 16 persen populasi Thailand yang sudah menerima dua dosis vaksin COVID-19.

Sebelumnya, Thailand berhasil melewati tahun 2020 tanpa cedera, karena mereka memiliki jumlah infeksi COVID-19 ang rendah. Sayangnya, sejak varian Delta menyerang, kasus melonjak menjadi lebih dari 1,3 juta orang, dengan angka kematian yang menyentuh hampir 14.000 jiwa.

kumparan post embed

Penulis: Rani Nuraeni Khairunissa