Kumparan Logo

Berikut Alasan Masyarakat Inggris Rayakan Tradisi Bonfire Night

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bonfire Night dikenal juga sebagai Firework Night atau Guy Fawkes Night. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
zoom-in-whitePerbesar
Bonfire Night dikenal juga sebagai Firework Night atau Guy Fawkes Night. (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Selayaknya masyarakat Indonesia, penduduk Inggris juga memiliki tradisi yang mereka rayakan tiap tahun. Salah satunya adalah Bonfire Night atau yang dikenal juga sebagai Guy Fawkes Night.

Setiap tahunnya, pada tanggal 5 November, seluruh warga Inggris berparade memperingati Bonfire Night. Mereka menggunakan kostum, berdandan, berkumpul, lalu melakukan pawai ke seluruh penjuru kota sambil membawa obor.

Obor yang mereka bawa itu nantinya akan digunakan untuk menyalakan kembang api dan api unggun. Tak hanya itu, penduduk Inggris juga akan membawa patung berukuran besar dan mengaraknya sembari berparade. Di akhir pawai, patung yang mereka bawa akan dibakar di atas api unggun.

Patung politikus yang khas dengan tatanan rambutnya itu diletakkan di atas gerobak dan diarak oleh peserta. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
zoom-in-whitePerbesar
Patung politikus yang khas dengan tatanan rambutnya itu diletakkan di atas gerobak dan diarak oleh peserta. (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Karena selalu diwarnai pesta kembang api dan dirayakan secara beramai-ramai, festival Bonfire Night menjadi salah satu tradisi yang ditunggu-tunggu masyarakat Inggris, sekaligus parade terbaik yang bisa kamu saksikan saat bertandang ke kota kelahiran mendiang Lady Diana ini.

Sehingga wajar saja, setiap orang akan merasa bahagia setiap kali Bonfire Night dirayakan. Namun, di balik keseruan dan keramaian parade Bonfire Night, tahukah kamu kalau sebenarnya ada kisah menyeramkan yang melatarbelakanginya?

Sekitar tahun 1605, Inggris dikejutkan dengan konspirasi yang dilakukan oleh pihak tertentu untuk membunuh raja. Saat itu yang menjabat sebagai raja Inggris adalah King James I bersama dengan anggota parlemennya.

Rencananya konspirasi itu akan diakiri dengan peledakan House of Parliament yang berada di London. Namun sayang, konspirasi itu berakhir gagal.

Salah satu tokoh penting yang menjadi latar belakang terjadinya Bonfire Night adalah pria bernama Guy Fawkes. Ia adalah seorang pria yang menjadi eksekutor peledakan.

Guy Fawkes dijadikan sebagai simbol anti-kapitalis (Foto: Flickr/Pierre (Rennes))
zoom-in-whitePerbesar
Guy Fawkes dijadikan sebagai simbol anti-kapitalis (Foto: Flickr/Pierre (Rennes))

Guy Fawkes tertangkap hidup-hidup bersama tujuh orang komplotannya saat membawa beberapa lusin bahan peledak di gudang bawah tanah. Guy divonis bersalah atas tuduhan berkhianat dan diganjar hukuman mati.

Seorang hakim bernama John Popham ditugaskan secara khusus untuk menangani kasus Guy Fawkes. Pelaksanaan hukuman mati yang diberikan pada Guy dilakukan secara beringas dan kejam, yaitu dengan cara hung, drawn, dan quartered.

Hukuman hung, drawn, dan quartered dilakukan dengan cara menggantung Guy hinggga ia kehilangan kesadaran, tapi tidak sampe mati. Kemudian perutnya disayat, kaki dan tangannya dipotong, lalu kemudian kepalanya ditancapkan di atas Westminster Bridge menggunakan kayu.

Untuk merayakan Bonfire Night, peserta pawai menggunakan kostum dan membawa obor. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
zoom-in-whitePerbesar
Untuk merayakan Bonfire Night, peserta pawai menggunakan kostum dan membawa obor. (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Sebelum kepalanya dipotong dan ditancapkan, penyiksaan yang diderita Guy Fawkes dilakukan saat ia masih hidup. Sehingga ia merasakan setiap kejadian secara penuh sebelum akhirnya ia meninggal dunia. Hukuman hung, drawn, dan quartered diberikan untuk memberikan hukuman seberat mungkin agar setiap orang yang melihatnya mengingat bahwa pengkhianatan tidak dapat diampuni.

Yang menyedihkan dari kejadian ini adalah karena Guy sebenarnya bukan otak dari konspirasi pembunuhan raja. Ia hanyalah seorang yang disuruh untuk meledakkan gedung.

Obor yang dibawa oleh peserta parade nantinya akan digunakan untuk membakar patung Guy Fawkes. (Foto: REUTERS/Toby Melville)
zoom-in-whitePerbesar
Obor yang dibawa oleh peserta parade nantinya akan digunakan untuk membakar patung Guy Fawkes. (Foto: REUTERS/Toby Melville)

Lalu apa hubungannya dengan obor? Di masa lalu, api unggun dinyalakan besar-besaran di London untuk memberi tahu pada setiap orang bahwa ada rencana jahat yang berhasil digagalkan.

Selain itu, penyalaan api unggun juga sebagai pertanda bahwa mereka mendudung raja, dan raja berada dalam kondisi yang sehat.

Sedangkan kembang api dinyalakan sebagai simbol bahan peledak yang tak berhasil diledakkan.

Kembang api di Bonfire Night, Inggris (Foto: Flickr/Norman Wilkinson)
zoom-in-whitePerbesar
Kembang api di Bonfire Night, Inggris (Foto: Flickr/Norman Wilkinson)

Setahun setelah kejadian itu, masyarakat Inggris mulai merayakan Bonfire Night sebagai tradisi untuk peringatan bahwa pengkhianatan tidak akan pernah terlupakan. Mulai dari anak-anak hingga orang dewasa ikut berpartisipasi dalam parade ini.

Biasanya anak-anak akan membawa patung Guy Fawkes yang dibuat dari kertas dan memajangnya di sepanjang jalan sambil berteriak ''Penny a guy!''. Kemudian, orang-orang dewasa akan memberikan mereka uang untuk membeli kembang api yang akan dinyalakan secara bersama-sama.