Kumparan Logo

Berumur 200 Tahun, Jepang Punya Festival Tertawa untuk Menghibur Para Dewa

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pesona cantiknya Pulau Miyajima di Jepang Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Pesona cantiknya Pulau Miyajima di Jepang Foto: Shutter Stock

Jepang seakan tak pernah habis memukau wisatawan dengan tradisi atau kebudayaannya yang unik. Sebelumnya kamu bisa menemukan festival unik untuk membuat bayi menangis atau yang dikenal dengan Naki Sumo.

Kini ada satu lagi festival unik yang tak kalah menariknya di Jepang. Bernama Nyu Matsuri atau Warai Matsuri, festival ini mengharuskan kamu untuk tertawa terbahak-bahak.

Dilansir Ohmatsuri, Nyu Matsuri atau Festival Tertawa adalah festival unik di Jepang yang telah ada sejak 200 tahun lalu.

embed from external kumparan

Festival yang dirayakan pada bulan Oktober setiap tahunnya ini biasa digelar di Kuil Nyu yang terletak di Hidakagawa, Prefektur Wakayama.

Festival ini dimulai dengan parade yang dipimpin oleh Suzu Furi (Bell Jingler). Suzu Furi biasanya mengenakan kostum layaknya badut dengan membawa sebuah bell di tangan kanannya, serta kotak harta karun di tangan kirinya.

Suzu Furi mengawal sebuah mikoshi (altar portable) dan diikuti peserta yang bersorak “warae, warae” (tertawalah, tertawalah) sembari tertawa hingga sampai di kuil Nyu.

instagram embed

Suzu Furi memimpin parade tersebut dengan 'Warai Otoko' atau para pria yang tertawa. Seorang 'Warai Otoko' mengenakan pakaian tradisional dengan membawa sekitar 12 jenis tanaman musim gugur yang ditusuk dengan tongkat.

Ilustrasi festival di Jepang Foto: Shutter Stock

Tanaman ini diberikan sebagai persembahan di Kuil Nyu dengan doa dan terima kasih untuk panen yang baik.

Festival ini juga dipercaya untuk menghibur para dewa dengan tertawa. Ada sejarahnya kenapa festival ini mengharuskan mereka untuk tertawa.

Asal Usul Festival Tertawa di Jepang

Ilustrasi festival di Jepang Foto: Shutter Stock

Mengutip Japan Times, konon katanya, ada seorang dewi bernama Niutsuhime no Mikoto yang ditertawakan oleh dewa lain, karena tertidur sehingga dia terlambat menghadiri pertemuan.

Karena sedih sang dewi mengurung diri di kuil Nyu. Mengetahui hal tersebut, penduduk desa berkumpul dan tertawa bersama. Hal ini membuat dewi ini ceria kembali dan mau keluar kuil.

instagram embed

Hal inilah yang membuat ritual ini selalu diakhiri dengan tawa yang dilakukan serentak, seperti apa yang ada dalam legenda atau cerita tersebut.

Saat festival digelar, wisatawan pun bisa menyaksikan berbagai pertunjukan yang digelar.

instagram embed

Wisatawan bisa menyaksikan Shishimai (tarian singa mirip seperti barongsai) dan berbagai pertunjukan rakyat tradisional lainnya. Tentunya semuanya dilakukan dengan tertawa!

kumparan post embed

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)