Kumparan Logo

CDC Tambah 7 Negara Berisiko Tinggi COVID-19, Ada Indonesia?

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wisatawan mengenakan masker di depan Gedung Parlemen Swiss, Jumat (13/3). Foto: Fabrice COFFRINI / AFP
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wisatawan mengenakan masker di depan Gedung Parlemen Swiss, Jumat (13/3). Foto: Fabrice COFFRINI / AFP

Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat kembali memperbarui daftar negara yang memiliki risiko tinggi penularan COVID-19. Dalam daftar terbaru ini, Swiss dan Puerto Rico menjadi salah dua tujuan berisiko tertinggi bagi para wisatawan.

Dilansir CNN, CDC merekomendasikan orang-orang untuk tidak bepergian ke destinasi yang masuk dalam status Level 4. Nantinya, orang-orang yang terpaksa bepergian dari dan ke negara-negara berisiko tinggi itu harus memenuhi beberapa persyaratan, seperti melakukan vaksinasi lengkap terlebih dahulu.

"Wisatawan yang divaksinasi penuh lebih kecil kemungkinannya untuk mendapatkan dan menyebarkan COVID-19. Namun, perjalanan internasional menimbulkan risiko tambahan, dan bahkan wisatawan yang divaksinasi lengkap mungkin berisiko lebih tinggi untuk mendapatkan dan mungkin menyebarkan beberapa varian COVID-19," ujar CDC.

kumparan post embed
Grafiti untuk menghormati para tenaga medis selama wabah penyakit coronavirus (COVID-19) di Gland, Swiss. Foto: REUTERS/Denis Balibouse

Selain Swiss dan Puerto Rico, ada lima negara lainnya yang berubah status dari Level 3 ke Level 4, dan masuk dalam daftar negara berisiko tinggi. Kelima negara itu adalah Azerbaijan, Estonia, Guam, Makedonia Utara, dan Saint Lucia.

CDC setiap minggunya memang memperbarui daftar status, mulai dari Level 1 (rendah) hingga Level 4 (sangat tinggi) dengan melihat perkembangan kasus COVID-19 di setiap negara.

Menurut kriteria CDC, negara akan masuk ke Level 4 jika memiliki lebih dari 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 hari terakhir. Sedangkan Level 3 berlaku untuk negara yang memiliki 100 hingga 500 kasus per 100.000 penduduk dalam 28 terakhir.

Swiss sendiri dilaporkan memiliki 659 kasus COVID-19 per 100.000 penduduk yang dikonfirmasi dalam empat minggu terakhir. Pada 29 Agustus lalu, hampir sepertiga unit perawatan intensif di Swiss ditempati oleh orang-orang yang positif COVID-19.

kumparan post embed