kumparan
4 Desember 2019 16:38

Dirayakan Google Doodle, Ini 5 Fakta Menarik Taman Nasional Lorentz

Taman Nasional Lorentz
Dikelilingi lanskap perbukitan yang memukau Foto: Shutter Stock
Google Doodle merayakan hari jadi Taman Nasional Lorentz di Papua yang jatuh pada hari ini Rabu (4/12). Taman Nasional Lorentz merupakan salah satu taman nasional kebanggaan Indonesia.
ADVERTISEMENT
Taman nasional yang satu ini amat terkenal keindahannya di kalangan wisatawan. Di sini kamu juga bisa menemukan Puncak Jaya, salah satu puncak paling tinggi di Indonesia. Tak hanya itu, wisatawan juga dapat menemukan berbagai macam lanskap seperti hutan, rawa, danau, hingga gletser.
Berikut lima fakta menarik Taman Nasional Lorentz yang berhasil kumparan rangkum dari berbagai sumber.
1. Taman Nasional Terbesar di Asia Tenggara
Taman Nasional Lorentz
Taman Nasional Lorentz salah satu taman nasional terbesar di Asia Tenggara Foto: Shutter Stock
Taman Nasional Lorentz yang membentang sekitar 2,4 juta hektare di bagian Tengah-Selatan Papua menjadikannya sebagai taman nasional terbesar di Asia Tenggara.
Dilansir dari situs Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, saking luasnya, Taman Nasional Lorentz termasuk ke dalam 10 Kabupaten di Provinsi Papua yaitu Kabupaten Mimika, Kabupaten Paniai, Kabupaten Intan Jaya, Kabupaten Puncak, Kabupaten Puncak Jaya, Kabupaten Lanny Jaya, Kabupaten Jaya Wijaya, Kabupaten Yahukimo, Kabupaten Ndua, dan Kabupaten Asmat.
ADVERTISEMENT
Tak hanya itu, kawasan ini mencakup beberapa tempat yang terkenal di dunia, seperti gletser di Puncak Jaya Wijaya dan sungai di Lembah Baliem.
2. Kaya Akan Flora dan Fauna
Taman Nasional Lorentz
Kaya akan beragam flora dan fauna Foto: Shutter Stock
Kawasan taman nasional ini juga memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Total, ada 630 spesies burung dan 123 spesies mamalia yang dapat ditemukan di sini. Spesies ini juga termasuk satwa-satwa yang tergolong langka dan endemik.
Tidak hanya itu, 70 persen dari burung-burung yang hidup di sini adalah burung asli Papua. Selain itu, ada banyak ekosistem alam berada di sana, termasuk padang rumput, rawa-rawa, pantai lautan, hutan hujan, dan pegunungan alpine yang diatapi oleh gletser tropis yang langka.
3. Ditemukan Penjelajah Asal Belanda
Taman Nasional Lorentz
Dikelilingi lanskap perbukitan yang memukau Foto: Shutter Stock
Nama taman nasional ini sendiri diambil dari nama belakang penjelajah asal Belanda yaitu Hendrikus Alberstus Lorentz yang melakukan ekspedisi dan menemukan wilayah tersebut pada tahun 1909.
ADVERTISEMENT
Barulah Lorentz ditunjuk oleh pemerintah Indonesia pada tahun 1997 sebagai taman nasional kemudian selanjutnya dilindungi dengan ketat oleh World Wildlife Federation dan UNESCO.
4. Ditetapkan Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO
Taman Nasional Lorentz
Menjadi salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO Foto: Shutter Stock
Kawasan Taman Nasional Lorentz dilindungi dengan ketat oleh World Wildlife Federation (WWF) dan UNESCO, yang telah menetapkannya sebagai Situs Warisan Dunia, sebagai bentuk perlindungan dari penebangan, perburuan, dan polusi.
Mengutip laman Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, pemerintah Indonesia juga menetapkan TN Lorentz sebagai Cagar Alam (Strict Nature Reserve) pada tahun 1978. Hal itu berlanjut pada 1999 dengan didaftarkannya TN Lorentz sebagai Situs Warisan Dunia (World Heritage Site) dan pada 2003 menjadi Taman Warisan ASEAN (ASEAN Heritage Parks) melalui ASEAN Declaration on Heritage Parks.
ADVERTISEMENT
5. Dihuni Berbagai Macam Suku
Rumah adat Suku Dani di Lembah Baliem
Rumah adat Suku Dani di Lembah Baliem Foto: Shutter Stock
Terakhir, Taman nasional ini juga memiliki keragaman budaya, dihuni oleh tujuh suku yang menerapkan pola hidup tradisional secara turun-temurun. Suku Amungme (Damal), Dani Barat, Dani Lembah Baliem, Moni dan Nduga, menempati wilayah dataran tinggi, sedangkan di dataran rendah terdapat suku Asmat, Kamoro dan Sempan.
Bahkan, kemungkinan masih ada kelompok masyarakat yang tinggal di dalam hutan belantara. Salah satu karya yang dikenal dari komunitas di sana adalah Noken, yaitu anyaman tas yang terbuat dari serat pohon dan daun.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan