Hantavirus Merebak di Kapal Pesiar, Ini yang Perlu Diwaspadai Traveler
ยทwaktu baca 2 menit

Liburan kapal pesiar identik dengan pengalaman santai menikmati laut lepas dan destinasi eksotis. Namun, belakangan ini dunia pariwisata dibuat waspada setelah muncul wabah hantavirus di kapal pesiar kecil berbendera Belanda, M/V Hondius.
Dilansir Travel and Leisure, kapal yang berlayar dari Ushuaia pada 1 April 2026 itu membawa 147 orang. Hingga awal Mei, World Health Organization mencatat tujuh kasus infeksi, termasuk tiga penumpang meninggal dunia.
Kasus ini langsung memicu kekhawatiran wisatawan, terutama mereka yang memiliki rencana berlayar ke kawasan Amerika Selatan atau mengikuti ekspedisi alam.
Apa Itu Hantavirus?
Hantavirus merupakan virus langka yang umumnya menyebar melalui paparan urine, kotoran, atau air liur hewan pengerat seperti tikus. Virus biasanya masuk ke tubuh manusia melalui udara yang terkontaminasi.
Yang menjadi perhatian dalam kasus ini adalah jenis virus yang ditemukan merupakan strain Andes, salah satu varian hantavirus yang dalam beberapa kasus diketahui dapat menular antar manusia.
Gejalanya sendiri sekilas mirip flu biasa, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, hingga gangguan pernapasan. Namun. dalam kondisi berat, virus ini dapat berkembang menjadi gangguan paru serius dengan tingkat fatalitas tinggi.
Apakah Kapal Pesiar Aman?
Sejumlah operator kapal pesiar internasional memastikan protokol kesehatan tetap berjalan normal. Cruise Lines International Association menyebut hingga kini belum ada laporan hantavirus di kapal milik anggotanya.
Pakar penyakit menular dari Johns Hopkins University School of Medicine, Dr. Geeta Sood, juga menilai kapal pesiar selama ini bukan lokasi yang identik dengan penyebaran hantavirus.
Meski begitu, wisatawan tetap diminta waspada, terutama jika melakukan perjalanan ke area terpencil, ekspedisi alam liar, atau wilayah dengan populasi hewan pengerat tinggi.
Hal yang Perlu Diperhatikan Wisatawan
Bagi traveler yang tetap ingin berlayar atau menjelajahi Amerika Selatan, ada beberapa langkah pencegahan yang bisa dilakukan:
Hindari area dengan banyak tikus atau bekas kotorannya.
Jangan berbagi alat makan, minuman, rokok, atau vape dengan orang lain.
Perhatikan kebersihan kabin dan barang bawaan.
Gunakan masker saat berada di area berdebu atau gudang tertutup.
Segera periksa kesehatan jika mengalami gejala mirip flu setelah bepergian.
