Kumparan Logo

Ikuti Jejak Alcatraz, Italia Akan Ubah Penjara Ikoniknya Jadi Destinasi Wisata

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Penjara Santo Stefano di Italia akan diubah jadi destinasi wisata.
 Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Penjara Santo Stefano di Italia akan diubah jadi destinasi wisata. Foto: Shutterstock

Italia akan mengubah salah satu penjaranya sebagai destinasi wisata, mirip-mirip penjara Alcatraz di Amerika Serikat. Penjara tersebut nantinya akan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan.

Dilansir Travel and Leisure, penjara yang ditutup pada tahun 1965 dan telah lama ditinggalkan ini akan diubah oleh Pemerintah Italia sebagai salah satu tujuan wisata.

kumparan post embed
Penjara Santo Stefano di Italia akan diubah jadi destinasi wisata. Foto: Shutterstock

Penjara tersebut nantinya akan diubah menjadi sebuah museum terbuka yang menceritakan sejarah panjangnya. Serta, tokoh penting yang pernah ditahan di sana.

Dilaporkan CNN, pembangunan kembali atau revitalisasi penjara tersebut diperkirakan akan menghabiskan dana sekitar 86 juta dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp 1,2 triliun.

kumparan post embed

Hal ini dikarenakan kondisi penjara yang benar-benar memerlukan perbaikan besar-besaran. Tak sampai di situ, pulau di mana penjara tersebut berada juga tidak dilengkapi dengan dermaga sehingga aksesnya terbilang sulit.

Ilustrasi tahanan di penjara. Foto: Shutter Stock

"Tidak ada penerangan, tidak ada air yang mengalir. Aksesnya sulit," kata Silvia Costa, pejabat Italia yang mengawasi proyek revitalisasi penjara Santo Stefano.

Meski begitu, Costa optimistis bahwa penjara tersebut nantinya diharapkan dapat menarik minat wisatawan untuk berkunjung.

Penjara Ikonik yang Dibangun Sekitar Abad ke-18

Ilustrasi penjara. Foto: Pixabay

Terletak di perairan Roma dan Naples, Santo Stefano merupakan penjara ikonik yang telah ada sejak abad ke-18 silam. Mengutip Atlas Obscura, penjara yang terletak di Pulau Ventotene ini dulunya digunakan sebagai penjara bagi para tahanan politik sekitar tahun 1930-1940'an.

Beberapa tokoh penting pernah ditahan di sana di antaranya seperti mantan Presiden Italia Sandro Pertini yang pernah menjabat pada tahun 1978 hingga salah satu Pendiri Uni Eropa, Altiero Spineli.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)