Kampung Sapen Yogyakarta Akan Jadi Kampung Inggris

Terinspirasi dari Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur, yang menjadi tempat belajar bahasa Inggris banyak orang dari penjuru Indonesia, maka Kampung Sapen di Yogyakarta diwacanakan akan menjadi kampung Inggris. Terlebih di kampung tersebut ada lembaga kursus Bahasa Inggris yaitu Rumah Inggris Jogja.
“Inisiatif ini dari Pemkot dan DPRD. Hari Senin kemarin pengurus RT dan kampung sudah bertemu langsung pemerintah kota dengan anggota dewan berkaitan dengan Kampung Sapen yang diproyeksikan menjadi kampung Inggris.
Hal ini didasari pula pada keberhasilan Kampung Inggris Pare di Kediri, Jawa Timur. Terlebih, di Kampung Sapen terdapat lembaga kursus bernama Rumah Inggris Jogja yang telah berjalan lancar selama tiga tahun. Ini pula yang dijadikan sebagai kekuatan utama untuk menularkan atau sebagai efek domino bahwa kemampuan bahasa Inggris itu bisa ditularkan ke masyarakat," ucap Slamet Santoso, Bendahara RT 23, Sapen saat ditemui kumparan, Jumat (22/11)
Alasan kedua adalah Sapen berada di tengah kota yang tidak punya warisan alam yang bisa dijual dalam bentuk pariwisata. Potensi yang ada justru indekos, di RT 24 contohnya sebagian rumah dijadikan indekos, jumlahnya mencapai 23 rumah.
“Jadi kursus bahasa Inggris yang profit, kita belum berpikir seperti itu. Tetapi ada komunikasi yang baik antara lingkaran kos-kosan dengan Rumah Inggris Jogja itu. Nanti kita beri keleluasaan mereka untuk membangun komunikasi saja, apakah yang dari Rumah Inggris Jogja itu ke kos-kosan, apa nanti yang kos-kosannya ikut program kursus profesional mereka, masih penjajakan,” ujar Slamet.
Dalam hal ini, tidak hanya penghuni kos saja yang bisa belajar bahasa Inggris, lebih utamanya warga juga turut belajar. Banyak warga yang bersepakat bahwa kemampuan bahasa Inggris ini penting bagi anak-anaknya untuk menunjang kemampuan di sekolah maupun di pekerjaan kelak.
“Awalnya pemuda, adik-adik juga yang menjadi sasarannya tentunya ke Sapen meluas tapi harus ada pilot project yang jelas. Sudah komunikasi pertama dengan Rumah Inggris Jogja, insyaaallah siap tinggal menyatukan persepsi tentang kampung Inggris ini,” kata Slamet.
Slamet menjelaskan, ide ini juga didukung tokoh masyarakat, salah satunya Awan Santoso. Dosen salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta ini merupakan warga asli Sapen yang pernah membuat kursus bahasa Inggris bernama Cupido pada tahun 1997-1999.
“Pak Awan tergugah kembali. Ia berpikir kalau punya tujuan proyeksi besar, siapa pun kos di Sapen betah lima tahun bisa lancar bahasa Inggris selain kepentingan kampus untuk kepentingan pekerjaan selanjutnya,” ujar dia.
Lanjutnya, pengurus RT juga telah diundang oleh Pengembangan Pendapatan Asli Daerah dan Kerjasama (P3DK) Setda Kota Yogyakarta untuk mempresentasikan format dan strategi ke depan seperti apa.
“Sudah ketemu pak lurah nanti mendorong lewat Dana Kelurahan. Dinas Pariwisata kami komunikasi model plakat, nama jalan, nama kampung, nama-nama warung dengan bahasa Inggris,” ujar dia.
Slamet juga memastikan program ini tidak akan mengancam kelestarian bahasa Jawa karena orientasinya berbeda. Dalam rapat-rapat RT pun pihaknya tetap konsisten menggunakan bahasa Jawa.
Sementara itu Nikolas Anto salah seorang mahasiswa di Yogyakarta mengaku menyambut baik jika ada kampung Inggris di Jogja. Dengan begitu, mahasiswa tidak hanya sekedar numpang tidur di indekos tapi juga bisa belajar bahasa Inggris.
“Saya yakin positif. Jadi tak perlu belajar jauh atau sendiri. Yang penting konsisten saja,” kata dia.
