Lestarikan Alam, Wisatawan yang Berkunjung ke Venesia Wajib Bayar Tiket Masuk
ยทwaktu baca 2 menit

Pemerintah Venesia di Italia terus mencari cara menggeliatkan kembali industri pariwisata, di samping melestarikan alam dan bangunan bersejarah di kota tersebut.
Maka dari itu, pemerintah setempat berencana untuk membatasi jumlah wisatawan yang diizinkan berkunjung ke dalam destinasi tersebut dengan penerapan tiket masuk. Berdasarkan laporan Surat Kabar Italia La Stanpa, skema pariwisata ini akan berlaku mulai musim panas 2022.
Untuk mengendalikan pariwisata, Venesia mengharuskan wisatawan untuk memesan tiket secara daring hingga melakukan pembayaran secara digital. Penerapan tiket masuk diperkirakan bisa mengurai jumlah kepadatan di Kota Kanal ini.
Rencananya, tiket masuk kota tersebut dibanderol mulai 3 euro hingga 10 euro atau sekitar Rp 50 ribu hingga 170 ribu. Ide mengenai tiket masuk ke Venesia ini sebenarnya sudah dicetuskan sejak musik panas tahun 2018. Namun, skema ini ditangguhkan karena seluruh dunia mengalami serangan pandemi virus corona.
Semua penduduk, pekerja, dan pelajar yang hendak memasuki Venesia setiap hari akan memiliki kunci pintu putar virtual melalui aplikasi di ponsel cerdas mereka, dan wisatawan akan mengisi tempat yang tersisa setiap hari dengan memesan pintu masuk mereka.
Pengunjung yang berusia 6 tahun dan kerabat warga yang menginap di hotel lokal akan dibebaskan dari aturan tersebut. Menurut laporan The Times, dewan kota menyetujui rencana tersebut minggu lalu dan pemerintah juga ingin menerapkannya setelah bertahun-tahun menundanya.
Ide penerapan tiket masuk di Venesia muncul lagi setelah jumlah pengunjung meningkat kembali, dengan 80 ribu orang setiap hari berkunjung di akhir musim panas lalu.
Sebelumnya, Venesia juga telah secara resmi melarang kapal pesiar berlayar dari pusat kota bersejarah pada bulan April, setelah UNESCO memperingatkan kota tentang "kerusakan bangunan yang disebabkan oleh arus kapal pesiar".
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).
