Masih Sayang Nyawa, Ini 7 Pulau di Dunia yang Sebaiknya Tak Kamu Kunjungi

Liburan ke pulau tentunya jadi hal yang menyenangkan untuk dilakukan. Akan tetapi, ada pulau yang sebaiknya tidak kamu masukan ke dalam wishlist traveling-mu kalau kamu masih sayang nyawa.
Sebab, deretan pulau ini disebut-sebut sebagai pulau paling berbahaya di dunia. Mulai dari pulau yang mewajibkan seluruh penduduknya mengenakan masker hingga pulau yang dihuni suku paling sadis di dunia.
Berikut tujuh pulau paling berbahaya yang sebaiknya tidak kamu kunjungi.
1. Miyake-Jima, Jepang
Miyakejima merupakan sebuah pulau yang berada di Jepang dan diklaim sebagai kota paling berbahaya untuk ditinggali.
Pulau yang berada dalam kawasan Taman nasional Fuji-Hakone-Izu ini merupakan bagian dari Kepulauan Izu dan berada di 180 kilometer pulau utama Jepang, Honshu.
Pulau ini memiliki sebuah gunung berapi aktif di bagian tengahnya yang disebut Gunung Oyama. Gunung ini telah meletus beberapa kali sepanjang sejarah.
Pada 14 Juli tahun 2000, gunung ini meletus dengan rangkaian letusan yang cukup besar. Tidak hanya mengeluarkan material vulkanik, gunung ini juga mengeluarkan gas sulfur-oksida (belerang) dalam jumlah banyak. Karena kondisi yang semakin parah, 3.600 penduduk pulau Miyake dievakuasi dari pulau itu untuk menghindari keracunan gas.
Gunung Oyama masih terus melakukan aktivitas vulkanik dan gas beracun yang merembes dari dasar-dasar tanah. Pulau Miyake kemudian menjadi pulau paling beracun di Jepang.
Pulau di Jepang ini menuntut masyarakatnya untuk memakai masker seumur hidup mereka.
2. Pulau Ramree, Myanmar
Terletak di sebelah barat Myanmar, Pulau Ramree dihuni oleh buaya air asin yang tinggal di hutan bakau di sekitar pulau.
Dengan panjang mencapai 7 meter dan berat 998 kg, menjadikan buaya di pulau ini sebagai buaya paling besar di antara semua spesiesnya. Selain itu, hingga kini belum diketahui pasti berapa banyak jumlah buaya yang hidup di pulau tersebut.
3. Ilha de Queimada Grande, Brazil
Kalau di Myanmar ada pulau yang dihuni ratusan bahkan ribuan buaya ganas, lain hal dengan di Brasil. Di Negeri Samba juga ada satu pulau paling berbahaya di dunia yang sebaiknya tak kamu kunjungi.
Ialah Ilha da Queimada, pulau ini yang dijuluki sebagai Pulau Ular. Pulau yang terletak di lepas pantai Brasil ini merupakan rumah bagi ribuan ular emas Lancehead. Ular-ular itu termasuk spesies yang paling berbisa di dunia.
Menurut legenda setempat, sekitar lima ular merayap dalam setiap meter persegi. Selama bertahun-tahun, satu-satunya manusia yang menghuni pulau itu adalah penjaga mercusuar, tapi sekarang Angkatan Laut Brasil telah melarang semua warga sipil untuk ke pulau tersebut.
4. Kepulauan Farallon, Amerika Serikat
Antara 1946 dan 1970, laut di sekitar Kepulauan Farallon di lepas pantai San Francisco digunakan sebagai tempat pembuangan limbah radioaktif. Diperkirakan 208 liter drum baja dibuang di sini. Namun, tidak jelas lokasi pasti mereka membuang limbah tersebut.
Selain itu, di kepulauan ini juga terdapat populasi anjing laut dan gajah laut yang menarik perhatian hiu putih besar. Hal ini jugalah yang membuat Kepulauan Farallon menjadi berbahaya, apalagi untuk snorkeling.
5. Pulau Gruinard, Skotlandia
Pulau kecil di utara Skotlandia ini digunakan oleh pemerintah Inggis sebagai lokasi pengujian biological warfare selama Perang Dunia ke II. Percobaan dilakukan di pulau yang tak berpenghuni menggunakan bakteri anthrax yang sangat mematikan, yang membunuh ratusan domba dan membuat pulau tersebut dikarantina.
Pulau Gruinard didekontaminasi pada 1980-an menggunakan ratusan ton formaldehida--bahan yang berpotensi membahayakan manusia.
6. Pulau Bikini, Republik Kepulauan Marshal
Pulau ini menjadi bahaya karena dua alasan, yaitu radiasi nuklir dan hiu. Pulau ini pernah menjadi tempat untuk percobaan nuklir pada tahun 1946 hingga 1958.
Sepanjang waktu itu terjadi lebih dari 20 ledakan nuklir yang memiliki radiasi tinggi. Meski pada tahun 1997, pulau ini telah dinyatakan aman, para warga menolak untuk kembali.
Selain radiasi nuklir, perairan di pulau ini menjadi habitat ratusan ekor hiu yang berbahaya.
7. Pulau Sentinel
Pada 22 November 2018 lalu, dunia dikejutkan dengan berita tentang seorang misionaris asal Amerika Serikat, John Allen Chau, yang tewas dibunuh suku primitif di Pulau Sentinel Utara, wilayah India. Dikabarkan bahwa Chau kehilangan nyawa karena mencoba menyebarkan Injil ke suku tersebut.
Menurut beberapa media lokal, Chau dibunuh oleh anggota Suku Sentinel menggunakan panah. Jenazahnya lalu dikubur di sekitar pantai di pulau tersebut. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih kesulitan mengevakuasi jenazah Chau.
Di Pulau Sentinel sendiri terdapat satu-satunya suku primitif zaman pra-neolitik yang tersisa di dunia. Direktur Jenderal Pulau Andaman dan Nicobar, Dapendra Pathak mengatakan, bahwa suku di pulau itu memilih mengasingkan diri dari dunia dan tak mau menerima warga asing masuk ke daerahnya.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
