kumparan
17 Apr 2019 21:03 WIB

Menpar Arief Yahya: Selamat Jalan Maestro Fashion Carnaval Indonesia

Alm. Dynand Fariz semasa hidup, tengah mempersiapkan diri tuk tampil di JFC. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata
Penggagas sekaligus Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC), Dynand Fariz meninggal dunia di RS Jember Klinik, Kabupaten Jember Jawa Timur pada Rabu pagi (17/4/2019), pukul 03.55 WIB, dalam usia ke 55 tahun. Sebelum menghembuskan nafas terakhir, Dynand sempat dirawat di rumah sakit tersebut selama tiga hari.
ADVERTISEMENT
Kabar duka ini pun sampai ke telinga Menteri Pariwisata, Arief Yahya. Mendengar wafatnya koreografer Asian Games 2018 Jakarta itu, Menpar langsung menyampaikan belasungkawanya.
“Inna lillahi wa inna ilaihi raji'un, saya atas nama pribadi dan seluruh jajaran di Kementerian Pariwisata turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas wafatnya Mas Dynand Fariz,” kata Menpar Arief Yahya.
Dynand Fariz Foto: Dok. Dynand Fariz
Seperti informasi yang kumparan peroleh dari Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Menpar Arief menambahan, sosok Dynand Fariz sangat berjasa bagi industri pariwisata Indonesia.
Ia membawa JFC menduduki posisi pertama di Asia dan ketiga di dunia sebagai karnaval terbaik setelah Rio Carnival di Brazil, dan Pasadena Flower Carnival di Los Angeles Amerika Serikat. 
Alm. Dynand Fariz semasa hidup, saat tampil di JFC. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata
Bahkan, Arief Yahya menjadikan Jember Fashion Carnival (JFC) sebagai tolak ukur pelaksanaan event-event di Indonesia. Dan Dynand Fariz sendiri menjadi salah satu Kurator untuk Top 100 Calender of Event di Indonesia.
ADVERTISEMENT
“Mas Dynand, selamat jalan sahabatku. Mahakaryamu demikian indah dan megah, serta akan dikenang selamanya. Selamat jalan maestro Fashion Carnaval Indonesia,” pungkas Arief Yahya.
Alm. Dynand Fariz semasa hidup, saat tampil di JFC. Foto: Dok. Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata
Lebih lanjut, melalui akun resmi instagramnya, Arief Yahya turut menuliskan rasa dukanya yang mendalam. Arief menuliskan betapa sedih dan terpukulnya dia atas kepergian almarhum Dynand.
Berikut ungkapan duka yang ditulis Menpar Arief Yahya di akun resmi instagramnya.
Sobat Wisata
Di pesta demokrasi dengan coblosan serentak di seluruh Indonesia ini, ada satu berita duka datang dari Jember Jawa Timur. Sahabat kita Dynand Fariz, kreator dan sekaligus Presiden Jember Fashion Carnaval (JFC), meninggalkan kita, dipanggil Allah SWT. Persis di 17 April 2019.
Saya tidak bisa menahan air mata. Kabar duka itu betul-betul memukul. Almarhum Dynand adalah maestro karnaval di tanah air. Dia menginspirasi banyak karnaval lain di seluruh Indonesia. Dia satu diantara orang hebat di balik sukses Opening dan Closing Ceremony Asian Games 2018. .
ADVERTISEMENT
Dia juga satu diantara tim Kurator Calendar of Events (CoE) Pariwisata Indonesia, selama 3 tahun ini, bersama Deny Malik, Eko Pece, Taufik Rahzen, Jecky Mussry dan Don Kardono di bawah Ibu Esthy Reko Astuty.
Dialah yang membuat Jember ditetapkan sebagai Kota Karnaval Indonesia. JFC sudah 17 tahun, dan menginspirasi lahirkan karnaval-karnaval lain dengan kostum yang berbeda, hampir setiap tahun. Ada Banyuwangi Ethno Carnival, Malang Flower Carnaval, Solo Batik Carnaval, Semarang Night Carnaval, dan lainnya. Hampir setiap tahun, saya hadir ke Jember, dan Pak Presiden @Jokowi juga pernah hadir.
Kami dan keluarga besar Kementerian Pariwisata, turut berduka atas wafatnya, Sang Maestro, Kreator, Designer Kostum, Seniman Karnaval ini. Selamat jalan, sahabat.. Semoga Husnul Khotimah, diberi tempat terbaik di sisi Nya. Keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.
ADVERTISEMENT
Amin.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan