New Zealand Tangguhkan Travel Bubble dengan Australia Selama 8 Minggu
·waktu baca 1 menit

Pemerintah New Zealand secara resmi menangguhkan travel bubble dengan Australia untuk sementara waktu. Langkah ini diambil karena semakin menyebarnya virus corona varian Delta di Australia.
Dilansir ABC, mulai pukul 23.59 pada Jumat (23/7), warga Australia tidak bisa lagi melakukan perjalanan ke New Zealand dan bebas karantina. Sementara itu, warga New Zealand yang kembali ke negaranya juga kini harus karantina mandiri setibanya di sana.
Penangguhan ini direncanakan akan berlaku selama delapan minggu ke depan.
Perdana Menteri New Zealand, Jacinda Ardern, mengatakan bahwa varian Delta telah mengubah profil risiko secara material.
"Sekarang saatnya penangguhan untuk memastikan warga New Zealand tidak berada dalam risiko yang tidak semestinya dari COVID-19," ujar Ardern.
"Tim kami yang terdiri dari 5 juta orang telah bekerja keras untuk menempatkan kami pada posisi yang kuat - baik dari segi kesehatan maupun ekonomi - dan kami tidak akan mengambil risiko itu," lanjutnya.
Sebelumnya, penerbangan bebas karantina dari New Zealand ke Australia telah berlangsung sejak Oktober 2020 lalu. Sedangkan penerbangan bebas karantina dari Australia ke New Zealand baru dimulai pada April 2021 lalu.
Namun, varian Delta yang mulai menyebar di Australia membuat New Zealand kembali menutup pintu untuk wisatawan yang terbang dari New South Wales, Victoria, dan Australia Selatan.
Sementara itu, New South Wales mencatat 136 kasus baru penularan COVID-19 dalam waktu 24 jam pada Kamis (22/7). Sedangkan negara bagian Victoria mencatat 14 kasus baru dalam periode yang sama.
