Kumparan Logo

Pengamat Sebut Sertifikasi CHSE Tingkatkan Daya Saing Pariwisata Indonesia

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi desa wisata di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi desa wisata di Bali Foto: Dok. Kemenparekraf

Sertifikasi CHSE (Clean, Health, Safety, and Environment) menjadi standar yang harus dimiliki pada setiap tempat wisata dan sentra ekonomi kreatif. Hal ini bertujuan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan wisatawan di tengan pandemi COVID-19.

Sertifikasi juga dinilai dapat meningkatkan daya saing tempat wisata di Indonesia.

Pengamat pariwisata dari Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) Purwokerto Chusmeru mengatakan, CHSE menjadi simbol kesiapan Indonesia dalam menerima wisatawan kembali.

"Selain meningkatkan daya saing, sertifikasi CHSE juga akan menggambarkan kesiapan tuan rumah dalam menyambut wisatawan," katanya, dikutip dari Antara.

embed from external kumparan
Pulau Padar di Labuan Bajo salah satu dari lima Destinasi Super Prioaritas Foto: Dok. Kemenparekraf

Untuk itu, pengelola hotel, restoran, biro perjalanan dan objek wisata, kata dia, perlu segera mendapatkan sertifikat tersebut. Sebab, menurutnya CHSE menjadi kunci untuk kembali mendenyutkan industri pariwisata di masa depan.

"Apalagi program sertifikasi yang dilakukan Kemenparekraf ini tidak dipungut biaya sama sekali. Maka, tidak ada alasan lagi bagi para pelaku usaha pariwisata untuk tidak mendaftarkan diri dalam program sertifikasi CHSE, karena ini satu keniscayaan dalam pariwisata ke depan," katanya.

Dia menambahkan pada masa yang akan datang setiap komponen dalam pariwisata harus mengutamakan kebersihan, kesehatan, keselamatan dan berorientasi pada kelestarian lingkungan.

"Akan ada perubahan perilaku dalam berwisata, di mana keselamatan dan kesehatan dalam berwisata adalah hal yang sangat penting. Begitu pula destinasi wisata yang dikembangkan dengan berorientasi pada kelestarian lingkungan merupakan modal penting dalam usaha wisata," katanya.

embed from external kumparan
Ilustrasi virus corona di Bali. Foto: Nyoman Hendra Wibowo/Antara Foto

Dengan demikian, pelaku wisata harus segera menyesuaikan diri dengan arah perubahan perilaku wisatawan dan konsep pengembangan pariwisata ke depan.

"Pada dasarnya kecenderungan seperti ini terjadi hampir di semua destinasi wisata di dunia. Semua pelaku wisata berlomba untuk mempromosikan objek dan daya tarik wisatanya sebagai produk yang telah tersertifikasi," tambah dia.

CHSE Harus Dilembagakan oleh Pemerintah Pusat

Dia juga menambahkan bahwa penerapan protokol kesehatan harus dilembagakan oleh pemerintah pusat dan daerah. Antara lain dengan membentuk satuan tugas CHSE di masing-masing daerah.

"Bila CHSE sudah terlembaga maka yang perlu dilakukan selanjutnya adalah mengidentifikasi pasar wisata mengingat beberapa destinasi wisata di daerah dikhawatirkan kehilangan pasar wisatanya selama pandemi COVID-19," jelasnya.

Menurutnya, sertifikasi CHSE dapat berkontribusi pada upaya meningkatkan kepercayaan konsumen di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

"Karena itu, langkah pemerintah yang tengah mendorong sertifikasi CHSE sudah tepat dan perlu diapresiasi," tutup dia.

embed from external kumparan
embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona).