Pertama di Dunia, Museum Ini Tawarkan Tur Virtual di Machu Picchu Pakai VR
ยทwaktu baca 3 menit

Tur virtual menjadi obat rindu bagi wisatawan yang ingin jalan-jalan di tengah pandemi. Untuk mengobati kerinduan wisatawan, museum ini pun menawarkan jalan-jalan virtual menikmati keindahan Machu Picchu, salah satu situs bersejarah Suku Inca yang populer.
Dilansir Travel and Leisure, Museum Seni Boca Raton di Florida, menawarkan pengalaman virtual untuk menikmati keindahan salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO, Machu Picchu yang menakjubkan. Menariknya lagi, pengunjung akan disajikan pengalaman jalan-jalan virtual yang benar-benar baru dengan memadukan teknologi Virtual Reality (VR).
Lewat pameran bertajuk Machu Picchu and the Golden Empires of Peru, museum ini menawarkan pengalaman VR interaktif 360 derajat penuh gerak. Para tamu dapat menikmati langsung pengalaman berkunjung ke reruntuhan Machu Picchu seolah-olah mereka berada di sana secara langsung, sambil juga belajar tentang peradaban kuno Peru.
Adapun, museum ini akan menggunakan teknologi canggih yakni menggunakan kursi gerak VR yang mencakup fitur stimulasi multisensor seperti headset VR high-resolution six degrees of freedom (6-DOF) resolusi tinggi, haptic feedback, teknologi aroma, dan rotasi 360 derajat tanpa batas.
Dengan teknologi ini, traveler seakan-akan bisa melihat, mendengar, merasakan, bahkan mencium aroma perjalanannya menyelami sejarah panjang Machu Picchu dan Pegunungan Andes.
"Machu Picchu and the Golden Empires of Peru merupakan sebuah pameran yang mengesankan dan luas yang menampilkan potensi tak terbatas dari teknologi VR," ujar Anthony Tann, presiden Pameran Warisan Dunia.
Tann mengatakan bahwa ada ratusan peninggalan kuno yang bisa dijelajahi wisatawan.
"Ada ratusan artefak kuno untuk dikagumi, dan saya senang menyambut pengunjung untuk mengalami periode monumental sejarah manusia ini melalui teknologi VR. Pameran ini diselenggarakan oleh banyak individu berbakat dan teknologi luar biasa, dan saya yakin itu akan menjadi pengalaman yang tak terlupakan dan mempesona untuk dinikmati banyak orang," lanjutnya
Selain menghadirkan pengalaman VR yang unik, pameran ini juga akan menampilkan koleksi emas Andes terbesar yang pernah ditemukan. Pameran ini juga menampilkan 192 artefak dari makam kerajaan, termasuk benda-benda milik bangsawan Andes yang mulia. Banyak dari potongan-potongan ini belum pernah terlihat di luar Peru. Salah satu koleksi terpopulernya adalah pakaian emas utuh dari seorang kaisar Chim yang berasal dari tahun 1.300 M.
Machu Picchu merupakan salah satu situs terpopuler bagi wisatawan. Bahkan, situs peninggalan Suku Inca ini berhasil menarik satu juta pengunjung setiap tahunnya sebelum adanya pandemi. Sayangnya akibat pandemi, jumlah kunjungan ke Machu Picchu turun drastis.
Sebelumnya, situs ini juga sempat ditutup beberapa kali oleh Pemerintah Peru untuk mencegah penyebaran COVID-19. Saat ini, situs tersebut sudah dibuka kembali untuk wisatawan dengan menerapkan protokol kesehatan ketat dan juga pembatasan pengunjung dari kapasitas normal.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
